-->
Menu

your blog banner

Showing posts with label Catatan Jalan-Jalan Zee. Show all posts
Showing posts with label Catatan Jalan-Jalan Zee. Show all posts

Jilbab Traveller #11 : Bye Bye Alor Setar

/ / 0 Comments
Jilbab Traveller #11 : Bye Bye Alor Setar

19 Juni 2014

Sebentar lagi akan meninggalkan Alor Setar, Kedah, Malaysia Utara. Banyak sangat kenangan disini hehehe.

Aku, Nisa dan Sumaiyah akan bertolak ke Kuala Lumpur dengan menggunakan Bus dari stasiun Sabah jam 11.30. 

Dari jauh hari Aku dan Nisa merencanakan agar kami berpuasa saja selama perjalanan, sekalian juga puasa sunnah Sya’ban ^_^, dan misi penghematan juga hihihi.

Sesampainya di stasiun, eh tunggu-tunggu, mau lihat betapa banyaknya bawaanku, dan ini dia hahaha :D

Alhamdulillah stasiun dekat dari kos Nisa, dan Alhamdulillah lagi, kami ke stasiun di antar oleh Abah dan Emak  beserta adik bungsu Sumaiyah.

Sesampainya di stasiun, wuaaa, aku baru sadar, jaketku tinggal di kos Nisa -_-“, ish, bukan aku kayaknya bila pergi ke suatu tempat tidak meninggalkan sesuatu T_T”, Ikhlaskan sajalah :D

Well, perjalanan panjang 8 jam ituuuu, dihabiskan dengan, tidur, tidur dan tidur #eh, sesekali tengoklah pula pemandangan tu yak an, canteeekk, bukit-bukit kapur menjulang tinggi menghiasi daratan Malaysia ni.

Dan, sebenarnya selama perjalanan, diriku tak nyaman, Umaaakk T_T Amandel dan gusi bengkakku yang berkolaborasi semakin menjadi -_-“, terpaksalah aku pakai pasmina, dan kulilitkan agar pipi kiriku yang gembung tidak terlalu nampak bersebab lagi bengkak. Dah macam wanita berkalung pasmina, akulah hahaha, hanya saja tak pernah tayang di bioskop mana pun :p

Akhirnya *ecek-eceknya udah 8 jam kemudian, karena kalau diceritakan detil, ngapain aja aku di dalam bus selama itu, gak siap-siap aku nge-blog :P* kami nyampe di stasiun Puduraya. Satu hal, berwaspadalah di stasiun ini, karena bermacam orang kan transit disini.
Kami pun berbuka puasa di ruang tunggu stasiun sambil menunggu jemputan Yusuf. Kuala Lumpur kalau sudah sore, macet parah. Sebab itulah Yusuf menyuruh kami untuk naik LRT saja ke PWTC, dan dia akan jemput kami dari sana.

Sesampainya di PWTC, kami mestilah nunggu Yusuf lagi 1 jam T_T, ya duduk-duduklah kami sambil bercerita dan minum-minum *kesannya apa gitu ya kan hahahah* pun yang diminum 100Plus :D Pocari Sweat-nya Malaysia gitu deh.

Setelah sekian jam menunggu, Yusuf tiba juga, mobil pun melaju ke flat keluarga Yusuf di Damansara. 

Betapa inginnya aku membeli obat untuk mengurangi denyut gusiku yang bengkak T_T, ketika kusampaikan ini kepada Yusuf untuk singgal ke apotek, eh dia bilang begini, 'udah makan kerupuk aja, sembuh itu' -_- , 'Yusssuuuufff' >.< dengan santainya dia sambil ngunyah kerupuk, huwaaaa T_T

Pada akhirnya gak jadi ke apotek, udah pada tutup. Eh pas mau nyampe Damansara, Yusuf singgah ke Pom Bensin yang Supermarketnya masih buka, dan dia tau-tau beli Panadol pereda rasa sakit, oh noo, i hate, hate, eat medicine T_T tapi ini demi kesembuhan, demi bisa foto-foto besok di Petronas Hahaha, walau pahit lidah, tetap dah diminum, toh efek tidurnya membantuku untuk istirahat lelap malam ini.

Sesampainya di Damasara, taraaa…Mak cik alias Mak Yusuf udah memasak makan malam buat kami. Subhanallah dan akuuuu T_T aku tak bisa makan dengan normal, untuk buka mulut saja susah sangat, Alhamdulillah udah mulai bisa nelan. Ampuun kali lah ya Allah. Tapi kupaksakan makan, gak boleh manja, ntar badanku nge-drop, makin nyusain orang banyak, sementara, Sabtu aku harus dah nak balek ke Medan.

Mari kita tutup malam Jum’at di Damansara dengan do’a sebelum tidur, yeaaah ^_^

Jilbab Traveller #10 : Amandel oh Amandel

/ / 0 Comments

18 Juni 2014
Sekarang jam 23.25 waktu Malaysia Utara, aku menuliskan note ini dengan si Amandel yang lagi betah meradang di tenggorokanku. :D kawan kita ya Aman, reda lah ya, mengempislah ya, biar esok fit untuk puasa Sya’ban kita, soalnya seharian ini bawaan Sailormoon tak bersemangat, nyeri di semua otot, nelan susah, beberapa kali mengatasi kamu dengan garam ditabur di atas gusi yang bengkak, kadang oles propolis juga, tapi sepertinya belum berhasil *ngobrol sama Amandel*
Alor Setar juga terik sangat, tak berani keluar juga dengan kondisi drop begini, aih begini rasanya ditinggal kawan seperjalanan, Bah :D  tapi Alhamdulillah tak lah ngenes kali, ada Nisa yang selalu stand by, tapi kasihan juga, ish aku ni nyusahin saja >.<
Aku pun mengisi hariku tanpa Kak Erna, dengan menulis dan menulis catatan perjalanan di blog, Alhamdulillah sanggup juga, lagi-lagi semangat membara itu tadi, ya meski banyak jeda juga, karena tadi siang, efek Amanda nyerang ke kepala juga, belum lagi berdenyut dia disitu, alamak, peace amandel, peace *_*
Dan mungkin ada 10 kali aku ngisi Botol Tupperware ku yang 500 ml X_X minum aja kerjaku, dan buang air kecil aja, makan pun tak selera, aih #berasa atok atok kali lah aku, atok sekalipun tak segini juganya hahaha
Ampuuun dah, lepas ni tak nak lagi aku minum es T_T kalau lagi panas terik, kan Kedah ni dekat dengan laut, jadi minum es tu menggoda sekali, Umaaakk T_T
Baiklah, moga ada hikmahnya, bila ikhlas menjalaninya, moga jadi penggugur dosa, aamin ya Allah, mohon doanya ya konkawan.
InsyaAllah juga besok akan bertolak ke Kuala Lumpur, perjalanan 8 jam euy ^_^, Bismillah. Jom … happy reading ya, semoga bermanfaat ^_^

Jilbab Traveller # 9 : Should I Finish This Trip, Alone? T_T

/ / 0 Comments

17 Juni 2014
Perjalanan kali ini luar biasa, kalah dari perjalanan ku sewaktu berpetualang ke Barus T_T
Aku, aku sih baik-baik saja sebenarnya, tapi ya kurang lebih mirip di Trave(love)ing, namun kan gak mungkin aku buang ransel ku dari puncak Petronas, hahaha, kenangan ya kenangan saja, dan bukan bagian dari perjalanan #nah bingungkan hihihi , skip aja :p
Sedangkan Kak Erna, tak mudah baginya melakukan perjalanan ini, bersebab dia meninggalkan ayah yang sedang tidak stabil kondisi kesehatannya, meski pun banyak kakak dan abang kak Erna yang menjaganya, tapi tetap saja kak Erna membawa itu sampai disini, pikiran dan hatinya tidak disini, tapi lebih mengkhawatirkan kondisi sang ayah.
Nah, malam itu kak Erna dapat telepon dari Mbak kami, bahwa kondisi ayah makin melemah, ya sedih, sedih juga kak Erna, tapi apa yang hendak bisa dilakukan dengan kondisi jarak Kedah-Medan sekian kilometer?
Namun,pikiran tetap dibawa positif, berharap kondisi ayah stabil kembali, pun sampai kak Erna balik ke Medan hari Sabtu.
Tapi takdir Allah tak bisa dimajukan, Allah memanggil ayah Kak Erna sekitar pukul 11 malam, dan di Kedah itu pukul 12 malam, Mbak kami pun sibuk menelepon ke Kedah, baik itu ke no hp ku maupun ke no hp Nisa, dan Nisa pula yang terbangun, beruntung malam itu hp tak di silent kannya.
Sempat kami menyimpan ini untuk Kak Erna, kabar bahwa ayahanda telah meninggal, meski dia bertanya tanya, ‘Kenapa kakak harus pulang cepat?’ aih cemana aku menyampaikannya, ya amanah Mbak, bahwa Ayah kritis, itu sebab mesti pulang pagi ini juga.
Heboh lah Nisa meminta bala bantuan untuk memesan tiket online
Tak berapa lama, Mbak nelpon lagi, memang menurutku tak baik kabar pahit itu disembunyikan, tentu sebelum berangkat kak Erna sudah jauh hari memprediksikan ini, sikap bijak untuk ikhlas lah yang dipertaruhkan, meski tetap harus berurai air mata, anak mana yang tak sedih bila ayahanda tercinta pergi selamanya, dan tentu berkirim doa pula.
Akhirnya Mbak pun menyampaikan kabar yang sebenarnya, dan menangislah kak Erna, aku? Aku bingung harus apa T_T ? aku rasa bahu ku bisa meredakannya, sebab dia pernah memberikan bahu nya untukku. #Love you Kak Erna, bahumu itu tak akan pernah ku lupa, dan kolam renang nya juga
Setelah Kak Erna tenang, maka aku dan Nisa terus bergerilya mencari umat yang masih melek jam segini, terutama sekali travel agency, dan travel agency ku tidur T_T mati lampu disana adalah obat bius luar biasa untuk tidur tak terbangun sampai subuh, tapi tak apa, ada hikmahnya.
Untuk berangkat ke Kuala Lumpur tak mungkin, maka diambillah opsi untuk terbang via bandara internasional Penang, sekitar 2 jam dari Kedah.
Sudah 2 jam dari jam 1, travel agency tak ada yang berhasil dibangunkan, akhirnya kami call Sumaiyyahuntuk bawa mobil dan pergi langsung ke bandara, Alhamdulillah Sumaiyya diizinkan Walid untuk pergi, tapi siapa pula ini laki-lakinya sementara perjalanan ke bandara Sumaiyyah tak tahu. Syukur Alhamdulillah, Nisa punya kawan yang ready  untuk dimintakan tolong, Subhanallah, balaslah kebaikan mereka ya Allah, Nazam, ya Nazamlah pria itu, dia yang jadi driver kami untuk berangkat ke Penang. Thank you Allah, thank you Piala Dunia, ya Nazam belum tidur, bersebab menonton bola.
Yang paling logic adalah pesan tiket langsung di bandara, dan Alhamdulillah jam setengah 5 pagi, kami sudah tiba di Bandara, sementara loket belum buka, travel agency tak ada harapan lagi. Satu-satunya harapan adalah loket di bandara, Alhamdulillah sekitar jam setengah 6 loket buka, dan Kak Erna pun bisa berangkat pagi itu juga, bersebab kak Erna sesampai di Medan mesti bertolak ke Dairi, dan itu sekitar 5 jam dari Medan X_X sungguh perjalanan, benar-benar perjalanan.
Dan, Syukur kepada Allah lagi, Kak Erna sempat menyolatkan ayahanda tercinta, meski sebaik dia datang, jenazah telah pula dimandikan dan dikafankan.
Innalillahi wa innailahi rooji’un, Allah lebih sayang dengan Ayah Kak Erna, pun kita belum tahu kapan menyusul beliau. Kematian adalah sebaik-baik peringatan.
Dan, aku, aku akan menyelesaikan perjalanan ini sendiri, sebaik Kak Erna pulang, amandelku kambuh T_T semoga segera sembuh dan dikuatkan menyelesaikan perjalanan ini *melirik bawaan yang berjubel*  Semangat Sailormoon Uul.

Jilbab Traveller #8 : Buah Leci dan Misua

/ / 0 Comments
Jilbab Traveller #8 : Buah Leci dan Misua

16 Juni 2014
Coba tebak hari ini kami mau kemana? :D  ya betul sekali, kami tak kemana-mana hahaha #hemat hemat, perbekalan mulai menipis hihihihi, tapi meski begitu tetap  aja dinikmati
Hari ini, aku mulai cicil menulis catatan perjalanan, takutnya sampai di Indonesia, hilang idenya hehehe, jadi mumpung lagi semangat, dan kita kan gak tau kapan kita bakal semangat lagi, makanya dipuas puasin nulis dan posting di blog ^_^ Sedangkan kak erna, ngapain ya? Oh ya dia lagi masak bakwan tuh di dapur :D dan Nisa lagi di kampus.
Terasa juga sudah sore, hari ini ada Pasar Malam di kawasan kampus KUIN, Pasar Malam ini adanya tiap hari Selasa aja, dan menjual makanan siap, ada juga buah-buahan, ikan, udang, gorengan dan masih banyak lagi
Adapun kami belanja, soalnya tak ada lagi yang mau dimasak hahaha, dan terbeli lah ikan (duh aku tak tau nama ikannya T_T aku suka disorientasi nama ikan) setengah kilo RM 4 saja, lalu beli…eh buah apa ini? Tanyaku exciting pada Nisa, buah leci kak, apaaa? Leci? Ckckck baru tau aku kek gini buah leci tu ya Allah, subhanallah *_*

Ah ayah pasti senang ini kalau aku kumpulkan bijinya dan bawa pulang :D ish tapi kenapa kawan-kawan menertawakan aku, *ngasi oleh-oleh tu, yang bagusan dikit napa, ini oleh-oleh sama ayah sendiri, biji leci, gitu kata Nisa dan Kak Erna* >.< Biarin :p
Aku pun dengan perasaan haru memakan buah leci yang setengah kilo seharga RM 5 saja.
Lepas tu kami membeli soto ^_^ aih tak dimana-mana soto mengikuti aku terus, ternyata begini, Soto Malaysia tu, mirip Soto Betawi, berkuah bening ;) 

Eh kami kedatangan Kak Salsabila, penghuni Kos yang baru balik dari kampungnya Perak, dan dia bawa makanan, dan aku dapat info kuliner lagi, Kak Sabil bawa Misua hahaha kesannya seperti bawa suami ya, tapi Misua itu adalah nama ifu mie yang diberi kuah rebusan udang dan sawi, nyummy :D
Itulah cerita kami hari ini, dan esok … esok, yelah bentar lagi aku postingkan cerita esok, T_T kak Ernaaaaa…
Powered by Blogger.