-->
Menu

your blog banner

Showing posts with label My BIG DAY story. Show all posts
Showing posts with label My BIG DAY story. Show all posts

Udah Sarjana Coy =)

/ / 2 Comments
Udah Sarjana Coy =)
            Memang hanya dibutuhkan selembar kemauan untuk mewujudkan mimpi kita. Maret-April tralalala ini sungguh luarbiasa. Masih teringat dengan tulisanku yang ini?mau sarjana coy hahaha lucu kalo aku baca lagi.  Siapa sangka beberapa minggu lalu, aku dan beberapa teman masih berjibaku dengan pejabat fakultas dan pejabat biro supaya mau membuka kembali rekening kampus agar bisa bayar SPP. Yah, FYI, daku telat bayar SPP, ah tak mau menyalahkan siapa-siapa dalam hal ini, segala sesuatu terjadi ya penyebab utamanya tu ya diri kita. That’s why sempat nangis-nangis bombai, after that  belajar mengikhlaskan semuanya =). 



Alhamdulillah berkat usaha lobi serta nego dengan pejabat kampus,  pihak kampus pun membuka kembali rekening dan kami pun bisa bayar SPP. Risikonya jika belum bayar SPP, kami terancam gagal sarjana bulan Mei ini.  Dispen 6 bulan, butuh sabar yang luar biasa. Allah T_T.
Bener deh, masa-masa menanti keputusan apakah kami bisa bayar SPP atau gak, adalah masa-masa yang serba salah, ada yang skripsinya dah kelar, namun belum bayar SPP, kebayang gimana galau nya, belum lagi udah gembar gembor ke tetangga sekampung, ‘Aku Wisuda bulan 5 loooo’, hadeeh, sedangkan aku yang PS 1 sedang di M’Sia menanti tanda tangan ACC, oh…suka duka skripsweet L, belum lagi aku yang kemaren di kontrak 2 minggu untuk jadi The Nanny, sampai bawa 2 krucil ke kampus hanya untuk ngurus surat pernyataan bahwa tidak akan telat bayar SPP lagi, *penting gak seh surat ini utk mahasiswa yg sdg skripsi?, birokreatif or birokrasi*. Alhamdulilah semua itu dilewati dengan air mata dan doa *jiaaahh dah kayak judul sinetron* =D
Setelah kerikil yang satu selesai, muncul kerikil lain, skripsiku belum ACC dengan PS 1, sebab menunggu beliau sampai ke Tanah Air. Sebaik tahu PS 1 ada di Medan, langsung uber-uber si bapak demi sebuah tanda tangan =D. Judulnya adalah ‘menunggu’. Dijanjikan sama PS 1 buat datang pagi ke kampus, eh sampai di kampus jam 9, namun orang yang ditunggu baru bisa ditemui jam 11.30. T_T. Membunuh waktu dengan baca novel =D *ada juga hikmahnya ya kan?*. Hari Rabu aku bertemu dengan PS 1, eh dia bilang skripsi bahwa skripsiku kudu dia periksa dulu *disatu sisi senang skripsiku di periksa, di sisi lain, aku kebelet mau  daftar siding*, akhirnya aku harus bersabar lagi, dan menunggu sampai hari senin. Sepanjang hari menjelang hari Senin, berdoa gak pernah putus, harapannya skrispiku bisa dinilai baik oleh PS dan langsung di ACC, finally walau kembali menunggu sama, nasibnya kayak hari Rabu, tapi tanda tangannya di kolom PS 1 itu seperti kelokan kelokan tinta yang bersinar, skripsi ku di ACC PS 1, ah bahagianya. *serasa melayang ke langit ke 7 terbang bersama paus biru hahaha*
Senin itu juga aku didesak pihak jurusan untuk segera kumpulkan berkas agar bisa daftar sidang. Akhirnya aku pulang ke rumah, potokopi skripsi rangkap 4, cairkan uang buat biaya pendaftaran, eh pas balik lagi ke kampus, miss yang ngurus berkah malah dah pulang. #pinsan. Besoknya gitu juga, menunggu. Finalnya, Rabu aku daftar sidang, itu pun didetik-detik terakhir, mana lagi mau terbang lagi ke pesantren buat ngajar, dan pesantrennya itu jauuuuuuuuuuuuuuuhhhh #ntahlah kek mana lagi bilang jauhnya* #lipat-lipat jalan
Oke, pasca daftar sidang di hari Rabu, aku kira hidupku tenang karena dapat kabar bahwa kami bakal sidang skripsi hari Selasa depan, sampai akhirnya hari Kamis saat aku sedang bertandang ke rumah sahabatku buat nengok anaknya, aku dikabarkan bahwa Jum’at kami sidang. Apa aku gak kebakaran alis dapat kabar seperti itu? Langsung aku ngacir ke kampus, dan ternyata kabar itu benar.
Malam Jum’at pun aku habiskan dengan ritual bakar sajen *loh kok? Emang mbah dokon??? Hahahha* ya aku habiskan buat belajarlah, membedah skripsku, menebak-nebak pertanyaan apa yang bakal dosen-dosen penguji bombardirkan ke arahku, dan baru bisa berangkat ke dreamland sekitar jam 11. Paginya bangun pukul setengah 5, tahajud, lalu subuh, mandi, dan pake baju kebesaran untuk sidang, jilbab putih, baju kurung putih dan rok songket pink. Cantik kali aku hari Jum’at itu hahahah. #plaakkk
Sampai di kampus, dan di ruang sidang, amboi…jantungku seperti sudah ada yang komandokan buat berdegup lebih kencang. Tak berapa lama, sidang pun berlangsung. Bap bip bup, bla bla bla.
Tibalah saatnya pengumuman…Nurul Fauziah 34072**** berhak menyandang gelar sarjana Pendidikan Islam dengan nilai sangat memuaskan. Huwaaa…hujan di hatiku deras sederasnya #terharu, teringat perjuangan yang berdarah-darah sewaktu kuliah dan mempersiapkan skripsi. Allah T_T
Barakallah yang melimpah kepada seluruh sahabat yang turut mengaminkan kesuksesanku, kamu dan kita samua. Loving you all as always.
Udah sarjana coy, hehehe.

           

           



Tik Tik Ngetik Pake Mesin Tik

/ / 2 Comments
Tik Tik Ngetik Pake Mesin Tik

          Life is an adventure, tagline iklan susu yang menurut aku pertama kali nontonnya gak ada hubungannya dengan produk susu mereka hihihi, tapi kreatif lah. Namun, bukan itu yang mau aku ceritakan di blog aku yang tralalala ini ^^,
Ini tentang aku yang bisa dibilang mulai dari hari Selasa, dapat tawaran ngajar sore hari di MTsN 2, bekas sekolahku dulu, huwaaa…kangen, berkelebatan kenangan masa-masa sekolah dulu =D, Rabu, aku kembali berpetualang, dapat tawaran ngajar sore ke Pesantren Darul Arafah, di Tanjung Anom, Guys, tempatnyaaaa…jauuuhh di pelosok negeri Medan ini, hihihi namanya juga pesantren, harus jauh dari keramaian dan hiruk pikuk duniawi, tapi overall seruuu deh. Lalu, Kamis pagi, aku kembali terbang ke Balai Diklat Keagamaan di Jl. TB. Simatupang, ternyata jauhhh juga, tapi enjoy aja =D. Oh ya, aku ke sini mau ikut lomba ngetik tapi pake mesin tik, mau tau kelanjutannya?, Yuukk, bekicot… =D
Pagi itu, aku akan mengikuti kompetisi Menulis Makalah Ilmiah Al Qur’an (M2IQ), karena dating lebih awal, hanya beberapa peserta saja yang tampak, termasuk adik kelasku, Fauzan, ternyata dia ikut lomba juga, hihihi 

         ‘Kak Zee, seharusnya nulis skripsi aja, ngapain lagi ikut lomba’, candanya

Iya, aku pun heran, di masa2 nulis skripsi, lomba nulis bertebaran dimana2, jadilah aku warga Republik Deadline Raya yang taat akan deadline (loh kok?) =D. Insyallah harus bisa, bagi waktu, Cemungudh, Zee!
Lomba menulis ini diadakan oleh Panitia MTQ ke 45 Kota Medan, Makalah Ilmiah Al-Qur’an (M2IQ) adalah mata lomba yang baru pertama kali diadakan, jadi  hanya 10 peserta dari beberapa kecamatan di kota Medan yang berhasil direkrut untuk jadi peserta lomba termasuk aku, yang mewakili Medan Tembung. Nah, berdasarkan keterangan dari dosen yang mengabarkanku perihal lomba ini #terima kasih Pak ^^, lomba menulis kali ini memakai mesin tik, mengetik di lokasi lomba selama 8 jam #kebayang gak sih, selama itu??? Muka pun bisa berubah mirip mesin tik hiihihihhi, namun kata penyelenggara, tujuan diadakan lomba, bukan tidak menghargai perkembangan teknologi, tapi juga untuk melihat ketelitian kita dalam mengetik memakai mesin tik, begitulah kira-kira. Selama menjelang lomba, setiap malam, aku sisihkan waktu setengah jam buat belajar ngetik pake mesin tik, tak tik tak tik #hehehe, ternyata asik juga, berasa lagi syuting film Soe Hok Gie deh #lempar kameraaaaa…
Lalu, panitia bilang, mesin tik dari mereka, sulit juga jika aku bawa2 mesin tik, berat guys, tapi selama difasilitasi, ya kenapa gak?, dan kalian tau saudara2, pertama kali, aku ketemu dengan partner lombaku, wow…dialah adalah mesin tik yang sering dipakai di kelurahan, yg gedenya segede televise 21 inch, trus beratnya mungkin ngalahin berat badanku #lebay ah, tapi begitulah kenyataannya…awalnya sepele sih, eh pas dipakai, wuihhh…keren nih mesin tik, aku nyaman makenya, tak tik tak tik…lancar ^^, thanks ya Allah.

Setelah opening dari para juri, mulailah alunan mesin tik bergemuruh ke seluruh ruangan, gimanaaa gitu, seruuu, klasik-klasik asik =D.
narsis dulu ah =)
Oh ya, pada lomba ini, terkesan santai namun serius tingkat tinggi, peserta diperbolehkan makan, minum, bawa buku bacaan sebagai bahan untuk menuangkan ide, boleh ke toilet, namun peserta dilarang keras membawa bahan tulisan yang sudah jadi, dan di lokasi tinggal ngetik doing. Pokoknya nyantai deh.
8 Jam berlalu, Alhamdulillah selesai juga, tau gak? Pas proses ngetik, hahaha, saking semangatnya, jariku beberapa kali masuk ke sela-sela tuts mesin tik, secara jariku imut2, tapi sakit juga T_T hihihi, blm lagi kesalahan ngetik huruf, terpaksalah di hapus pakai correction pen, setengah mati ngerjain semuanya dengan teliti, rapi dan tetap masuk akal tulisannya, karena memang benar2 beda jika nulis di bluser dan di mesin tik, BEDA BANGET! Over all, seruuu…,gak penting ma hasilnya deh, tapi prosesnya itu loh, nengok makalah yang 10 lembar udah jadi di depan mata, rasanyaaa gimana gitu, senang banget. Jika aku menang Alhamdulillah, jika blm berksempatan menang, mungkin blm beruntung dan diminta berlatih lebih keras lagi. SEMANGAT! #lanjut nulis lagi, ikut lomba nulis lagi heheheh…selesai urusan yang satu menanti urusan yang lain. Insyaallah, semoga berkah ^^.

Aku dan Lomba Penulisan Karya Ilmiah IAIN SU

/ / 2 Comments
Aku dan Lomba Penulisan Karya Ilmiah IAIN SU

Sulit menjelaskan hari ini bagaimana. Baiklah akan aku uraikan kisah ini #macam betol aja =D.
‘Mbak, dimana?’
‘Di rumah”
‘Aku mau ke rumah’
‘Hah? Jam berapa? Sama siapa? Kenapa mendesak begini? Aku belum ada nyiapin apa2’
‘Ntar malam jam 8’
‘Emang mau ngapain?’
‘Mau liat contoh karya ilmiah’
‘Tumben?’
‘Ada lomba penulisan karya ilmiah di kampus dalam rangka dies natalis’
‘mintalah infonya’
‘Ada di mading Tarbiyah’
‘Ok’
Yup, itulah sepenggalan lika liku sms ku dengan Lana Molen, Pimum LPM Dinamika dan membawaku sampai pada peristiwa tadi pagi (29/11).
Malam itu Molen datang bersama Heddy, untuk mencicipi rendang buatan nenek #maklum masih suasana lebaran haji waktu itu, dan tak lupa mereka juga numpang nonton pertandingan sepakbola Timnas melawan apaa ya #aku lupa =D. Dan yang maha tujuan adalah melihat contoh karya ilmiah yang pernah kubuat.
Esoknya aku ke kampus dan mencari info lomba penulisan karya ilmiah. Aku pun mencatat infonya dengan seksama. Pas mataku menyisir ke tulisan Deadline, oh…15 November 2011. Berarti aku punya waktu seminggu. Baiklah kompetisi dimulai.
Dalam sela-sela kegiatanku, yakni persiapan Omong-omong Sastra yang diadakan di Rumah Cahaya FLP SU pada tanggal 13 November 2011. Aku lupa bahwa acara masak-masaknya digelar di rumahku. Jadi, tanggal 12 November 2011, tepatnya malam Minggu, teman-teman yang bantu masak pada nginap di rumah. Alhasil, proses penulisan karya ilmiah tidak ada tersentuh olehku sama sekali. Aku panik. Subuh tanggal 14 November 2011. Proses pengerjaan karya ilmiah pun  aku kebut, tancap gas. Sepanjang hari Senin, aku mendekam di kamar, Senin sore aku pergi ke rental dan menyimpan softfile-nya ke CD. Oke, syarat pertama, aman. Senin sore kututup dengan mengajar privat.  Gawatnya, Tanggal 15 November adalah hari Selasa, hari dimana aku mengajar di SD, aku ngajar dari pagi sampai siang. Selesai mengajar, aku langsung menuju kampus, dan menuju ke Biro bagian kemahasiswaan dan menjumpai Pak Sakdun. Berdasarkan info dari Molen, tak perlu lagi pakai surat keterangan ikut lomba. Oke, aku percaya. Namun, pas dicek lagi ma Pak Sakdun, ternyata surat keterangan itu harus ada. Akhirnya secepat kilat ku menuju fakultas bagian kemahasiswaan, minta surat keterangan mengikuti lomba. Allah, dibagian ini kesabaran di uji, perlahan tapi pasti akhirnya proses pembuatan surat berjalan lancar. Dan masih bisa menyerahkan naskah sebelum panitia pengumpulan naskah sempat pulang sore itu. =D
Rabu malam, saat di chat fesbuk, Lana Molen menyapa, dia bilang bahwa Kamis para peserta penulisan lomba karya ilmiah diminta datang ke Biro bagian akademik dan kemahasiswaan. Ternyata benar, malam itu aku di sms Pak Sakdun untuk datang esok pagi jam 08.00. Firasatku sih hari Kamis ini bakal diadakan presentasi.
Dan ternyata benar, Kamis itu kami berlima presentasi. Sebenarnya ada enam peserta, namun satu peserta lagi tidak tahu kemana rimbanya. Jadilah kami lima kesatria berpena, dari 6000-an mahasiswa IAIN SU, hanya lima orang yang berminat menulis karya ilmiah. Wow!.
Ayun sepertinya sudah siap siaga kali, sedangkan aku, malam Kamisnya masih bisa begadang sampai jam setengah satu, gilak ya? Ckckckc. Pada saat datang ke ruang akademik dan kemahasiswaan biro, aku langsung diberi Nomor Peserta 4. Alhamdulillah pikirku. Ada kesempatan meredakan jantung yang dag dig duaarr hehehehe.
Tibalah kami di Ruang Sidang, sebelumnya kami ditempatkan di ruang akademik dan kemahasiswaan, dijamu dengan kue dan teh manis hangat, lumayanlah pikirku, belum sarapan juga dari rumah. Cuma minum susu doang. Jam delapan berlalu. Alasannya, penguji belum datang. Jam Sembilan berlalu. Penguji juga belum datang. Kueku dah habis, bahkan risol si Ayun pun ku hajar bleh. Teh manisku dah dingin. Jam 10, masih belum juga.
Dan Jam 10.30 kami digiring ke ruang sidang. Selama jalan menuju ruang sidang daku teringat emak. Aku telepon Emak, minta doa supaya dimudahkan. Aku pun makin mantap.Memasuki ruang sidang, acara pun dibuka oleh PR III. Dan, presentasi dimulai. Oops, ternyata belum kawan-kawan, panitia belum menurunkan layar proyektor, padahal peserta ada yang sudah menyiapkan bahan materi dalam bentuk power point. What? Power point?.
Wah, iya juga pikirku, selama ada fasilitas kenapa tidak digunakan?. Panik sesaat namun tetap pasang wajah penuh ketenangan. Bahan materi presentasi dalam bentuk power point aku selesaikan detik itu juga. Dengan kemampuan multitasking yang aku punya, mendengarkan, membaca materiku, mengerjakan power point, bertanya tentang materi dari peserta pertama, itu semua kulakukan dalam satu waktu. Hahahaha.
Dan di detik aku maju, materi power point ku selesai, walau apa adanya. Siap dipresentasikan.
Belajar dari penampilan Ayun dan Lana, cukup membantu untuk memperbaiki dan melengkapi penampilanku.
Selesai presentasi, #duh, parah banget aku nggak tau ketiga nama pengujinya,  yang jelas mereka dah pada professor semua. Satu pertanyaan menjebak dari Ketua Penguji, pertanyaan ini ia lontarkan setelah kedua penguji, mengujiku habis-habisan, dan terperosoklah aku dalam pertanyaan substansial, Cita-cita kamu apa? #hening sekejap. Namun langsung aku jawab, PENULIS, pak!. Si professor senyum penuh kemenangan. Lalu dia jawab begini, ya seharusnya jadi PENGUSAHA juga lah yah. GUBRAK! Judul karya ilmiahku kan ‘Tren Berwirausaha di Usia Muda sambil Berfilantropi’’, seharusnya aku jawab pertanyaannya dengan, PENGUSAHA, pak! HAHAHAH. Mati aku!. Tapi, biarlah dah berlalu. =)
Alhamdulillah semua berjalan lancar. Tinggal menunggu pengumuman pas tanggal 29 November 2011.  Kawan2 wisuda daku malah menanti pengumuman pemenang Lomba Penulisan Karya Ilmiah. Sesuatu banget yah =).

Pagi, 29 November 2011
Aku tidak menyangkan menjadi juara 1 dalam lomba penulisan karya Ilmiah. Namaku dipanggil begitu saja ke depan setelah seluruh orang penting menyampaikan kata sambutan.
Aku sampai lupa keluarkan kamera, sebenarnya gak lupa, Cuma dah bingung aja, bawa kamera apa bawa diri ya ke depan? #pertanyaan aneh =D.
Akhirnya aku maju begitu saja, NURUL FAUZIAH JUARA 1 LOMBA PENULISAN KARYA ILMIAH. Blitz kamera sudah mulai dimana-mana, Rektor yang memberikan piala dan sertifikat, serta uang, setelah itu bergantian para professor, PR 1, II, III dan petinggi kampus lainnya menyalami kami. Wuahh benar-benar hari yang sesuatu.
Hari Selasa itu, badanku masih nggak enak dibawa-bawa. Keringat dingin terus, isi hidung meler terus, ntahlah, tapi semua itu terlupa sejenak bersebab prestasi yang Alhmdulillah, Thanks God, Thanks for my family, Thanks my lovely friends. Thanks for All was prayed for me.
Next, Mei 2012, My Graduate Celebration. Yes, I Can. =)





Udah Banyak Aja Umur Kau, Rul!

/ / 1 Comments
Udah Banyak Aja Umur Kau, Rul!



Pagi itu aku bangun pukul 05.30 WIB di hari itu aku merasa umurku berkurang, namun amal baik masih tak ada seujung kuku pun. Pagi itu ku awali dengan beberes-beres ria, mulai dari gosok pakaian hingga merayakan ultah bersama emak. Emak datang pagi itu dari Bandar Setia *daku anak nenek yang kudu tinggal di rumah nenek*.

Aku sambut kedatangan emak di depan pintu dengan senyum lebar mengalahkan lebarnya pintu yang ku buka untuk emak pagi itu. Emak langsung cipika cipiki denganku…aih…emaakkk ^_^.

Sesampainya di dapur, Ido sudah mengeluarkan kue hitam manis itu dari kulkas, lalu Emak teriak memanggil namaku…aku yang di kamar membereskan peralatan menggosokku langsung ngacir mendengar panggilan merdu itu.



‘Oalah Rul…udah banyak juga umur kau’, Emak mengusap-usap kepalaku. GLEK! Aku langsung terdiam dan mencoba mencari makna perkataan emak di kedalaman matanya. Umaaaakkk…maaf kan anakmu ni yang belum bisa ngasih apa2…*tiba-tiba hujan di hatiku gan!*T_T


Aku pun cepat-cepat mengalihkan haluan sesi sedih-sedih ke sesi makan-makan kue dan poto-poto. Jadi, sebelum kue disembelih, aku harus mengabadikannya terlebih dahulu. Ido sang potografer dadakan kusuruh mengambil gambar. Senangnya yang lagi ulangtahun . Kue pun dipotong..hmm…nyam…nyam…ehm, ini adalah kue ulang tahun terlezat yang pernah aku makan, bolunya padat ndak kayak bolu black forest biasa ku makan, apalagi banyak hiasan irisan keju di tiap pinggirnya, dah gitu…hiasan kacang mede tiap ujungnya dan yang lebih eksotis lagi adalah, tebalnya balutan coklat asli…wuahhh…kelezatannya masih kebayang mpe sekarang. Thanks ya Do *asyiknya punya adik seorang Chef* ^_^.

Setelah kemeriahan makan memakan kue serta foto memfoto, daku kembali bersiap-siap untuk ke kampus bareng emak. Walaupun waktunya mepet harus disempat2kan ke kampus sekalian mau membagi kue buat anak2 di Dinamika. Sesampainya di kampus, anak2 yg ada di secret udah senyum-senyum aja ke arah gue, dan keluarlah segala ucapan Selamat, thanks ya sobat ^_^. Love u all.

Siang hari aku harus meluncur ke jalan, karena malam nanti aku akan berangkat ke Pekan Baru naik bus antar provinsi, emang sih anak2 sempat berniat ngerjain bidadari yg satu ini…adalah HP ku diambil agar aku bisa bertahan di secret, adalah flasdis ku yang diambil, namun, karena mereka sudah disuap dengan kue coklat, akhirnya aku bisa melarikan diri BWAHAHAHAHAHA…Daku berangkat ya! Met Mendaki Gunung Sinabung, btw tempat kuenya jangan ikut dimakan :p.

Saatnya daku memanjakan diri dengan menghadiahkan diri liburan ke suatu tempat sekaligus ikut dalam acara TFT FLP Se-Sumbagut di Pekan Baru plus Bedah Buku di TB. Gramedia JendSud Pekan Baru *curi-curi momen lah ceritanya*, wuaahh ini kado ultah yang lain dari tahun tahun sebelumnya. Thanks to Allah, again n again ^_^.
Kepada semua sahabat teman yang mencinta dan dicinta, terimakasih buat doa tulus di hari aku mengulang tahun kelahiranku, berkah Allah untukku dan untuk kita semua. Aaamiiinn….

-Sebuah senyum akan membuatmu tampak lebih indah/sebuah dukungan akan membuatmu lebih bersemangat/n’ Semoga doaku membuatmu lebih kuat/karena Allah punya hadiah untukmu>>>Secercah cahaya untuk setiap kegelapan/Sebuah rencana untuk setiap hari esok/Sebuah jalan keluar untuk setiap permasalahan/Sebuah kebahagiaan untuk setiap kesedihan/Keep spriti…Barakallah fii umurik/ -faba-




Kegilaan Orang Ulang Tahun

1. Menanti dan Menghitung Sahabat n Keluarga yang Ngucapin Selamat

Jadi ceritanya nih, setelah beberapa menit sekali melihat notif di fesbuk, ada sekita 120-an teman n sahabat yang ngucapin ultah...thanks ya sob, gan, fren, ^_^

Kalau vie HP bisa disebutkan nih yang ngucapin Met Ultah, ada Molen thanks ya mol, doa mu untukku kuaminkan semiliar juta ribu kali amiin ^_^, ada Sarah, Ibna, Lita makasih ya dek, Kak Fadhli, Faiz, Adi, Buk Fitri, Tami...:) Thanks to all.

Ada beberapa someone special *udah beberapa, someone lagi, banyak amat :)* yang aku nanti nanti SMS nya, namun sampai pukul 00.00 tanggal 5 Mei 2011, SMS, FB, YM, Twitter, tak kunjung datang ya sudahlah, mungkin dia lupa.

Inilah kegilaan orang yang lagi ulang tahun.Di satu sisi cukup senang banyak yang ngucapin via fesbuk tp disisi lain aku rindu ucapan via SMS huwaaaa....T_T




Terkhusus buat adikku Ido...thanks ya sayang untuk kue ultah n suprise party nya hehehehe...love u all buat adik2ku yg satu rahim, Sarah, Oji, Kiki :).

2. Bawaannya Senang Luar Biasa
Ho oh...selama seharian aku sumringah luar biasa, rasanya aku pengen bilang ke semua orang yang aku temui hari ini...WOI...AKU ULANG TAHUN LOH HARI INI...KASIH SELAMAT DONG KE AKU! halaaahhh...klo begini mah pengen minta di timpuk pake sejuta kue ulang tahun hahahahah*

3. Kado Spesial
Yup, ultah kali ini aku menghadiahkan diriku yakni jalan2 ke Pekanbaru n Bedah buku GGC disana. Asyiknya jalan2 pake uang sendiri lebih asyik lagi jalan2 di ongkosin *kalo yg terakhir mah siapa yg kuat buat nolak* :)


Sekali lagi Selamat Ulang Tahun Nurul Fauziah yang ke 23, berkah selalu mengelilingimu :). Terimakasih ya Allah :).

Zee dan Gerakan Membasuh Kaki Emak Zee

/ / 0 Comments
Zee dan Gerakan Membasuh Kaki Emak Zee

26 Desember 2010

Dear Zee,kau tau diriku adalah orang yang paling susah mengungkapkan perasaan termasuk ungkapkan perasaan terhadap emak sendiri. Aku didik di rumah sebagai orang yang to the point, blak-blakan sehingga terkadang suka muncul sikap gengsi untuk mengungkapkan perasaan.

Tapi, hari ini aku tergerak melakukan itu semua sebelum segalanya terlambat.

Dari tahun lalu sejak kutahu even tahunan Madinah Syariah ini, aku azzamkan pada diriku bahwa tahun depan aku harus ikut. Alhmdulillah tahun ini bisa terealisasi.

Aku beruntung sekali punya emak yang enak aja dibawa buat hal-hal positif seperti ini. Makanya untuk mengajak beliau ikut even seperti ini adalah bukan perkara sulit berbekal kata2 GRATIS dan ACARANYA BERLIMPAH HADIAH dijamin emakku langsung deal hehehehe...

Karena baru pertama kali ikut beginian. Jadi kupikir konsepnya kayak acara gerak jalan gitu yang mengharuskan pakai celana training dan baju kaos. Makanya, penampilan emak tadi jauh dari kesan feminim. Pakai jilbab hitam, baju kaos yang dibalut jaket putih bunga-bunga, celana ceper, dan terakhir sepatu kets. Kebayang kan betapa gaul dan tomboinya emak awak. Beda dengan para Ibu yang hadir pagi tadi, mereka bak ibu-ibu dari pengajian apa gitu, pakaian serba putih, jilbab putih, gamis putih, sepatu high heels, gigi putih *gak nyambung men*, pokoknya kayak kostum mau solat lebaran haji deh. Tapi, aku cuek aja, emak pun cuek juga. Lanjootttkan...

Berbagai acara, hadiah disuguhkan. Cukup lama juga menunggu acara puncak yakni Membasuh Kaki Emak. Tepat pukul 10.30 setelah acara resmi selesai ditutup dengan doa, maka masuklah kepada acara inti.

Ada beberapa ibu dan anak--mungkin sekitar 12 pasang-- yang diminta maju ke depan untuk melakukan prosesi membasuh dan sebagai simbolisasi juga. Jadi mereka yang diminta maju adalah ibu yang memiliki anak sudah remaja dan dewasa, sedangkan ibu yang memiliki anak yan baru menetas diminta untuk tetap diposisi deretan bangku para peserta yang nantinya juga secara serentak melakukan prosesi ini.


Sebelumnya daku mau cerita lucu dulu, jadi setelah semua para ibu dipersilahkan duduk, lalu para anak diminta standby berjongkok dihadapan ibunda mereka. Dengan semangat hari ibu yang ke 82, anak-anak dengan reflek, spontan serentak langsung membasuh kaki ibunya tanpa menunggu aba2 dari MC, parahnya aku langsung terbawa emosi dan langsung termehek2...gitu juga dengan peserta lain hihihihi *jadi senyum2 sendiri mengingat kejadian tadi siang*, abis tu baru MC mengumumkan bahwa prosesi jangan dilakukan dulu sebelum ada aba2, *gubrak, terpaksa air mata tadi harus di tarik lagi ke peraduannya*. Gak berapa lama, setelah semuanya siap, barulah para peserta mulai prosesi membasuh kaki ibunya. prosesi berlangsung selama 5 menit, hadoooh mengharu biru deh gue.

"Mak, kaki inilah yang dijanjikan Tuhan akan ada surga dibawahnya jika aku berbakti padamu. Mak, kaki ini juga lah yang membuatku tetap hidup sampai sekarang, kaki itu yang tiap hari membantu emak nyari makan untuk kami semua,kaki itu yang selalu mengantarkan aku dan adik2ku ke sekolah, membawaku kepada cita2 sesungguhnya, kaki itu juga yang kau topang untuk terus bersimpuh menghadap Tuhanmu dan kau bermohon agar kami selalu baik....kaki itu juga...ah, tak akan cukup membahas itu semua mak, tak akan cukup mak. Terima kasih emak buat segalanya segalanya".

Di prosesi itu juga daku melakukan pengakuan besar-besaran bahwa aku selama ini telah membohongi emak tentang uang yang aku gunakan untuk beli NB, daku pernah berbohong bahwa NB ini aku beli dengan hasil meminjam uang dengan mb Ratna padahal kenyataannya aku meminjam uang dengan nenek. Semua ini kulakukan agar emak, tidak bermanjakan lagi dengan mudahnya meminjam uang sama nenek padahal hutang kemaren belum lunas sampai sekarang. Itulah yang aku hindari, makanya aku berbohong. Tapi hari ini kuungkapkan segala kebohongan dan mengapa aku berbohong. Sejujurnya aku lelah dengan kondisi keluarga ku yang harus bertahan hidup dengan uang hasil menghutang, nah sekarang di tahun baru Islam ini aku dan keluargaku berazzam bahwa, kami perlahan harus bangkit, tumpukan hutang harus segera dilunasi denga cara mencicinya sedikit demi sedikit walaupun susahnya untuk memulai itu semua dari awal lagi. Namun harus dicoba, HARUS!!!.

Mengikuti even ini aku berasa makin dekat dengan emak. Emak mengalirkan energi positif buatku, aku jadi termotivasi untuk meneruskan rencana skripsiku. Bagaimana pun aku harus BISA menyelesaikan studiku tepat waktu. Tak ada waktu untuk bermalasan. Semua ini demi melihat Emak dan Ayah bahagia dan aku juga bahagia. Semoga.

Sekali lagi even ini mengajarkanku bahwa ungkapkanlah cinta itu. Bukan berarti kita harus mengikuti even ini baru ungkapkan cinta, kelamaan juga kaleee, tapi esensinya adalah dengan adanya gerakan massal ini menyampaikan pesan sosial bahwa Bahagiakan orangtuamu semasa hidupnya sebelum segalanya terlambat. Itu aja.

Kawan, seandainya kau lihat betapa bahagianya emakku kakinya dibasuh, dia meleleh ku buat, mengharu biru, pokoknya komplek Madinah Syariah banjir air mata tadi hehehehhe....

Tidak ada alasanku untuk tidak membahagiakan mereka Emak dan Ayahku ^_^
Powered by Blogger.