-->
Menu

your blog banner

Showing posts with label Travelling. Show all posts
Showing posts with label Travelling. Show all posts

Rasakan #XperienceSeru Liburan Bersama Keluarga Kecil dengan Traveloka Xperience

/ / 2 Comments
Rasakan #XperienceSeru Liburan Bersama Keluarga Kecil dengan Traveloka Xperience
Bismillah,
Assalamualaykum,

Aku dan suami paling suka jalan-jalan *yaiyalah hampir semua orang kaleee* wkwkw, nah itu waktu kami mash berduaaa, sekarang udah ada Khalil, 4 tahun. Kami masih maju mundur cantik ini ajak dia jalan-jalan, apalagi mau ajak Khalil merasakan naik pesawat terbang.

Biasa dia hanya jadi pendengar sejati Ayah Bundanya saat menceritakan pengalaman seru naik pesawat, belum lagi pengalaman menghabiskan waktu di daerah yang dikunjungi dari hasil melihat galeri foto smartphone kami.

Tapi sepertinya aku bakal amat sangat terbantu dengan aplikasi Traveloka, apalagi setelah ada produk layanan terbaru bernama Traveloka Xperience.


Traveloka sebelumnya hanya kita kenal sebagai aplikasi OTA atau online travel agent yang hanya menyediakan tiket transportasi umum dan hotel, nah dengan produk layanan Traveloka Xperience yang pastinya masih dalam satu aplikasi Traveloka, kita dapat mem-booking atau paling gak men-searching buanyak aktivitas seru loh.

Oiya senangnya lagi nih, Traveloka sebagai perusahaan teknologi terdepan pertama di Indonesia, sudah semakin melebarkan sayapnya ke enam negara di Asia Tenggara dan Australia loh, wah jadi lebih pede ya jalan-jalan ke luar negeri, gak kagok lagi ntar mau ngapain aja di negara orang.

Pengembangan produk ini ujar Christian Suwarna selaku CEO Traveloka Xperience berdasarkan hasil studi, dimana lebih dari 70 persen,generasi milenial memilih habiskan duit untuk sebuah pengalaman ( experience ) daripada benda.

Jadi, udah gak zaman ya, jalan-jalan demi beli oleh-oleh semata, wkwkw tapi demi   sebuah pengalaman, kepuasan batin, dan ketenangan pikiran *haseeek.

Traveloka Xperience dengan 12 Layanan yang Dapat Dipilih

Penasaran layanan apa saja yang ada dalam sub-brand Xperience nya Traveloka ini?

Menurutku layanan ini sangat ngebantu saat buat jadwal perjalanan dan pos keuangan selama liburan. Waaah…kujadi gak sabar untuk liburan sekeluarga huhu.

Total ada 12 layanan,

Atraksi, semua yang seru ada disini. Layanan produk atraksi menyediakan tiket masuk ke banyak wahana rekreasi baik dalam dan luar negeri. Kita dapat memesan tiketnya online di negara sendiri loh, kalau berencana masuk ke wahana luar negeri yang mau kita singgahi dan ada program easy access yang buat pengunjung bebas antri dan gak perlu cetak tiket, super praktis sekaleee.

Aku gak perlu repot cari wahana bermain untuk Khalil biar anaknya gak bosan dan jadi liburan yang mengesankan buat dia huhu.

Spa dan Kecantikan, nah biasa pegal dan lelah selama perjalanan panjang gak terhindarkan yah, Traveloka Xperience menyediakan layanan spa dan kecantikan juga loh. Aku jadi teringat waktu suami liburan ke Lombok mereka kesulitan cari tukang pijat haha.

Bioskop 
Pas liburan etdah pas ada film terbaru yang saying banget kalau gak ditonton, di Traveloka Xperience disediakan juga nih layanan pesan tiket nonton bahkan sampai ke pemilihan kursi loh.

Taman Bermain
Bosan dan menguras kantong juga ya kan kalau target liburan ke wahana bermain melulu haha, nah di Traveloka Xperience juga menyediakan pilihan Taman Bermain di lokasi tempat kita liburan.

Hiburan 
Kalau ada kesempatan menghabiskan waktu berdua, dapat gunakan layanan hiburan di Traveloka Xperience, di layanan ini ada pilihan aktivitas liburan seperti karaoke, ice skating.

Event
Event di tempat liburan kadang gak terduga ya, kadang bisa juga kita rencakan liburan bersamaan tokoh favorit isi acara disana. Traveloka Xperience menyediakan fitur memesan tiket di Event ini deh.

Tur
Buat kamu yang super sibuk sehingga saat liburan gak punya waktu buat agenda perjalanan, dapat memanfaatkan fitur Tur di Traveloka Xperience. Kita bisa pilih destinasi wisata, kota sampai ke durasi perjalanan.

Pelengkap Travel
Amunisi saat liburan yang wajib dibawa pastinya adalah paket internet dong haha. Aku saat ke Malaysia, cukup rempong dengan paket internet ini huhu. Di Traveloka Xperience disediakan layanan pembelian paket internet dan penyewaan WiFi untuk perjalanan domestic dan international, bahkan sampai ke pemesanan jasa fotografer loh, masyaAllah, udah bisalah nih liburan ala selebriti bahaha.

Olahraga
Pengen tetap bergaya hidup sehat saat liburan, wuidih bisa kali lah. Di Traveloka Xperience dalam fitur olahraga menyediakan jenis olahraga seperti berenang, fitness, panja dinding, bela diri pokoknya yang melatih otot dan konsentrasi sampai ke yang menguji adrenalin seperti loncat trampolin haha.

Makanan dan Minuman
Biasa nih buat traveler yang berpaham mencari experience tadi, suka gak ngeh dengan oleh-oleh bahkan menit terakhir mau pulang baru kepikiran oleh-oleh. Traveloka Xperience membantu kita nih untuk menemukan oleh-oleh khas saat travelling.

Kursus dan Workshop
Agar liburan semakin seru dan mengesankan, menambah agenda hadir dalam kursus dan workshop pasti sangat menarik apalagi di luar negeri ya, belum lagi kalau yang disediakan kursus untuk anaknya, pasti senang bangetlah.

Dalam fitur Kursus dan Workshop Traveloka Xperience menyediakan kategori kegiatan mulai dari melukis, memasak, menari sampai mengendalikan pesawat terbang pakai mesin simulator canggih, kebayang anakku bahagia kali ikut kegiatan begini.

Transportasi
Bagian ini super penting juga ya kan, nah Traveloka Xperience menyediakan layanan pembelian tiket transportasi umum, beda kalau di Bali, pasti kita memerlukan layanan penyewaan mobil.

Gimana, super komplit gak seeeeeh Traveloka Xperience inih?! Super ya supeeerr bikin #XperienceSeru…huhu

Mencoba Traveloka Xperience Kategori Taman Bermain di Medan

Aku semangat kali mencoba hal baru dan mengandung banyak kemudahan serta potongan harga di dalamnya haha.

Dalam seminggu membersamai Khalil, kami biasa sempatkan bermain di luar, hiburan bagi kami berdua juga sebenarnya wkwkw.

Biasa pesan tiket offline, tapi sekarang kita coba pakai aplikasi Traveloka Xperience di Traveloka.

Pertama, unduh dulu aplikasi Traveloka di Google Playstore




Kedua, tap Xperience yang terletak di sudut kanan warna coral, kedua dari kanan


Ketiga, tap kategori Taman Bermain


Keempat, tap Tiket Cocoland Medan Fair



Wah muraaah, ada potongan harga juga, dulu aku pernah ajak Khalil juga main di Cocoland tapi yang di Centre Point apa di Cambridge yak, kayaknya di Cambridge, dan ini lokasinya lebih dekat dari rumah dan murah pulak tiketnya.

Sip, aku tau mau kemana habiskan waktu bersama Khalil minggu ini, yeay.

Sukses selalu ya Traveloka Xperience idola emak anak baru satu haha.

Cara Perpanjang Paspor di Kantor Imigrasi Belawan

/ / 6 Comments
Cara Perpanjang Paspor di Kantor Imigrasi Belawan
Bismillah
Assalamualaykum, Pembaca Nufazee  ^^


Sebenarnya entah untuk apa aku perpanjang paspor :-D tapi jadi doa ajalah mana tau ada rezeki menjejaki kaki ke bagian bumi Allah yang lain, jadi gak rempong urus paspor lagi. Ibarat kata kalau ada yang tiba-tiba ajak menulis di bawah rimbunnya pohon Sakura di Jepang, kan aku gak nolak wkwkw.

Rencananya aku urus paspor hari Rabu, 15 Mei 2019, baru teringat pas buka puasa haha. Ya udahlah pasrah, terpaksa bikin jadwal ulang dan merayu si Aa’, eh dapat jawaban kalau dia mau nemenin akoh ke kantor imigrasi, senang dong.

Pada malam harinya aku sudah unduh aplikasi Layanan Paspor Online. Daftarnya mudah, saat masuk ke aplikasi silahkan baca pop up notif atau kalau perlu di skrinsyut, kemudian isi data yang diminta secara lengkap dan pelan-pelan haha. Kenapa? Karena aku sempat gagal input data padahal perasaan udah teliti banget  masukinnya, akhirnya minta tolong si Aa’ buat periksa, eh sama dia berhasil.

Nah, selanjutnya kita pilih mau perpanjang paspor dimana? Aku pilih di Kantor Imigrasi Belawan, karena lebih dekat dari daerahku dan sepertinya lebih sepi gak kayak Kantor Imigrasi di Medan. Lalu pilih juga jam berapa mau datang, aku memilih datang pagi biar urusan cepat kelar dah dan memang masih segar juga kan. Di penghujung pendaftaran, aplikasinya memberi tahu berapa kuota tersisa untuk antrian online hari Kamis, ternyata 3 kuota lagi, wow. Ya aku isilah cepat kuota yang tersisa, nanti sebagai bukti kita udah daftar online, kita dikasi barcode dalam bentuk PDF. Nah barcode itu aku screenshot dan unduh.

Oke, nomor antrian aman, sekarang menyiapkan segala berkas. Info berkas yang disiapkan pun aku peroleh dari aplikasi Layanan Paspor Online tersebut.

Kamis pagi pun tiba yang disambut gerimis tipis di pagi hari gak berhenti, duh jadi pergi gak nih ya. Oke fix kita pergi naik taksi online. Yes, perjalanan perpanjang kali ini ditemani satu tim, si Ayah dan Khalil ikut, saatnya kita berpetualang di kota Medan Belawan :-D

Kantor Imigrasi Belawan terletak di depan dengan Gedung Wisma Hanafiah, Belawan. Kami berangkat dari rumah jam 8 lewat 30, sampai disana jam 9 kurang, karena masih pagi juga, trus gerimis jadi jalanan lengang.

Belum sampai setengah perjalanan baru sadar kalau dompet si Aa tinggal dan di dompetku sama sekali gak ada uang cash T_T akhirnya minta tolong driver untuk singgah ke mesin ATM yang di pinggir jalan, Alhamdulillah ketemu.

Berpetualang di Kota Medan Belawan, Gara-Gara Berkas Kurang

Tepat jam 9 kurang 2 menit kami sampai di depan Kantor Imigrasi Belawan untuk pertama kalinya. Wah, sudah ada beberapa orang yang tampak mengisi berkah, ada petugas imigrasi yang duduk berhadapan dengan laptopnya, ia kelihatan sedang memeriksa berkas pengunjung sebelum dibolehkan masuk ke ruangan untuk duduk dan menunggu giliran.

Aku sebaik sampai etdah langsung disambut petugas imigrasi yang tamvan, gagah, putih, dan ramah berselempangkan ‘Duta Pelayanan’

‘Ada yang bisa dibantu ibuk?’ tanyanya ramah

‘Eh ada Bang, ini sepatu saya kotor kena noda becek tadi pas turun dari mobil’ *PLAK

‘Bang, saya mau perpanjang paspor dan saya udah daftar online’, jawabku

‘Ada bawa print bukti antrinya Buk?’

‘Loh gak saya print, tapi saya bisa tunjukkan via HP’

‘Oh harus diprint ibu sebagai bukti kami’

‘Aduh, mana gerimis lagi, dimana yak jasa print di sini?’

‘Silahkan ke kota aja ibu’

‘Oh, oke, coba dulu periksakan sekali lagi, biar saya gak balik-balik jika ada berkas yang kurang’

Ternyata berkas aku kurang foto kopi halaman depan biodata di paspor lamaku. Baiklah
Di tengah gerimis tipis, kami pun berpetualang mencari jasa foto kopi dan ngeprint. Dari Kantor Imigrasi itu belok kiri, dapat pengkolan pajak, belok kiri lagi, nah sepanjang itu ada banyak toko berderet, silahkan cari haha.

Total kami berjalan bolak balik pagi itu sekitar 2 km haha, mana aku bawa si Khalil dan dia baru sarapan buah doang huhu. Syukur aku bawa bekal dia.

Pertama kami dapat toko yang buka jasa foto kopi, selembar harga fotokopi di Belawan 1000 rupiah, karena dia gak ada uang serebuk, aku bayar pakai dua rebu bonus pulpen wkwkw

Sekarang cari jasa nge print, Alhamdulillah dapat, nama tokonya Kevin. Harga perlembar fotokopi berwarna 2500 rupiah, aku bayar dengan sisa sisa uang receh yang ada di dompet. Penting banget nyetok uang receh huhu.

Berhubung aku mengalami sendiri gimana rempongnya cari jasa foto kopi dan print, mendadak  aku pengen buka jasa fotokopi dan print disana dalam radius gak gitu jauh, lumayan kan? Haha

Perpanjangan atau Pergantian Paspor Sih?


Setelah melengkapi semua berkas dan sebelumnya sempat beli materai buat jaga-jaga, aku kembali menjumpai Duta Pelayanan tadi dan oke katanya baru aku menyerahkan berkas pada petugas yang duduk depan laptop.

Dan berikut daftar berkas yang harus dilengkapi,

1.    E-KTP , fotokopi 1 lbr di kertas A4
2.    Buku Nikah punyaku dan suami, fotokopi 1 lbr di kertas A4
3.    Kartu Keluarga, fotokopi 1 lbr di kertas A4
4.    Paspor yang lama, fotokopi halaman depan saja di kertas A4
5.    Printout di kertas A4,   PDF Antrian Online dari Aplikasi Layanan Paspor Online
6.    Bawa semua berkas aslinya yah
7.    Buat kamu yang berhijab, pakai jilbab warna gelap, jangan jilbab putih ntar kontras dengan bekgron fotonya

Kemudian sebelum masuk ke dalam kantor imigrasi, aku harus isi formulir pengajuan ganti paspor. Jadi sebenarnya bukan perpanjangan tapi pergantian paspor lama dengan yang baru, sebab semua syaratnya sama sik kayak buat paspor pertama kali.

Isi formulirnya harus teliti ya, jangan kayak aku, siwer mulu, efek puasa apa yak haha.

Usai isi formulir, baru deh aku bisa masuk dan dapat antrian A03.

Sambil menunggu, aku sempatkan suapin sarapan si Khalil, kasian haha udah jalan jaoh pasti capek kali dia dan juga lapar.

Tepat suapan terakhir Khalil, disitu pulalah nomor antrianku dipanggil. Aku menyerahkan berkas tadi. Oleh petugas aku ditanyai beberapa pertanyaan, seperti buat paspor lama sudah nikah atau sebelum? Ada bawa suaminya?

Buat kamu yang mau ganti paspor sekalian ganti informasi status di paspor, bawa aja suami atau istrinya yak, untuk mempermudah proses verifikasi sih, sebab nanti diminta tanda tangan suami. Alhamdulillah yah akoh bawa suamik.

Kemudian ditanyai buat paspor untuk apa? Ya kujawab untuk travelling, kali aja menang lomba jenjalan ke Rusia atau Jepang, dan negara lainnya, kan paspor udah ready.

Setelah melewati cek berkas, wawancara singkat, saatnya di foto lalu cap jari dan selesai deh. Sekarang tinggal menunggu kwitansi pembayaran.

Total yang harus dibayar untuk mengganti paspor baru adalah 350 ribu rupiah, boleh dibayar melalui bank dan jangan lupa ketika ambil paspor, bukti bayar di bank di bawa dan kwitansinya juga.

Kalau kamu udah buat paspor belum?
Semoga informasinya bermanfaat yah! 

Dengan Mowiee, Keliling Kota Medan Cukup 2 Jam Saja

/ / 4 Comments
Dengan Mowiee, Keliling Kota Medan Cukup 2 Jam Saja

Sekitar jam 11, seperti biasa cek chat di whatsapp dan ada pesan dari Imel. Isi pesannya ajak aku untuk ikutan naik Mowiee. Tadinya berpikir bakal gak diizinin si Ayah Khalil untuk pergi sebab gak ada Uci Khalil yang nemenin, eh gak sampai 1 menit, izin melalak langsung turun. Alhamdulillah.

Aku pun gerak cepat untuk bersiap, mulai dari briefing ke Khalil hari ini akan kemana, syukurnya aku sempat masak makanan Khalil walau cuma tumis pasta haha, menyiapkan bekal dan amunisi, antisipasi agar Khalil tetap nyaman selama perjalanan.

Perjalanan ini bikin aku deg-deg an soalnya berangkat dijam tidur siangnya Khalil, tapi bismillah ajalah hehe, sambil dikomunikasikan ke Khalil kalau ngantuk, tidur siang aja sebentar di mobil, pokoknya Khalil kooperatif banget dah selama perjalanan, senangnya.

Mowiee dijadwalkan berangkat jam 2, sementara kami baru gerak jam 1 dari negeri Maryland, belum lagi awal jalan udah dihadang muacet di persimpangan empat simpang mandiri, 10 menit juga gak gerak, ckckc.

Entah drivernya gak tau jalan atau memikirkan alternatif jalan yang gak gitu macet, jadi kami seolah berasa jauuuuh perjalanan, 1 jam bok, syukurnya tepat jam 2 nyampe di pelataran Masjid Raya, tempat titik kumpul mini bus Mowiee. Untung gak ditinggal, haha.

Sebaik masuk Mowiee, kami pilih duduk paling belakang, karena itu yang kosong wkwk.



Tentang Mowiee-Sebuah Mimpi Inovasi Wisata Kota Medan yang Jadi Nyata

Mowiee adalah singkatan dari Mobil Wisata Edukasi Entrepreneurship pertama di Indonesia. Untuk sementara armada yang digunakan adalah mini bus, kita doakan semoga berkembang ya, biar kayak di Jakarta dan Bandung, menggunakan bus besar.



Sebelum bahas lebih lanjut tentang pengalaman kami hari ini, sesaat menaiki Mowiee, aku seperti diajak masuk ke masa lalu, tepatnya di tahun 2012 kalau gak salah ingat. Saat itu aku dapat kesempatan menghadiri event di roof top nya gedung London Sumatera.

Dalam event itu Pak Ichwan Azhari—sejarawan Sumatera Utara sekaligus pemilik Museum Situs Kota Cina Medan Marelan, hadir sebagai narasumber membahas tentang Kota Medan dan salahsatu mimpinya adalah program wisata kota Medan ini. Dimana daerah seputaran Lapangan Merdeka Walk itu adalah daerah bersejarah semua, dulunya pusat perdagangan Tanah Deli, yang dengan mengelilinginya saja sudah pusing eh sudah banyak informasi sejarah yang diperoleh.

Namun sayang beberapa gedung bersejarah belum maksimal dapat perhatian pemerintah, padahal kan aset heritage provinsi juga hiks, semoga Medan lebih baik lagi yak. Beruntung ada komunitas Medan Heritage nih yang jadi pengawal bin pengawas terhadap segala heritage di Kota Medan.

Udahan dulu nostalgianya, balik lagi ke masa sekarang. Mimpi Pak Ichwan ternyata diwujudkan oleh Kak Alween Ong, seorang pengusaha muda kota Medan. Aku sendiri geregetan dengan kakak ini. Inspiratif banget orangnya. Kapan-kapan aku nulis profilnya ah.

Sesuai tema mobilnya,  Mowiee gak sekadar jalan-jalan, tapi ada edukasi sejarah dan budayanya mengenai kota Medan—The City of Trader serta mengetahui segala nuansa kewirausahaannya.

Sesaat setelah mobil jalan, taraaa hadir sebagai pemandunya adalah langsung founder Mowiee loh, Kak Alween, yeay

Oleh Kak Alween dijelaskan, Mowiee hadir berkat dukungan CSR Bank Sumut yang bekerja sama dengan perusahaannya Kak Alween nih Narsis Education.

Kemana Aja Mowiee Berkeliling ?

Bertempat sebagai titik kumpul yakni di pelataran parkir Masjid Raya sebagai satu dari masjid terbesar di Kota Medan, satunya lagi Masjid Agung yang lagi proses renovasi. Kemudian perjalanan lanjut ke Istana Maimun sebelumnya kami lewati juga kantor berita Waspada.

Melewati istana, masuk ke daerah China Town apalagi kalau bukan Kesawan Square. Daerah Kesawan sebelah kanan ada rumah bersejarah, Tjong Afie House. Aku pernah masuk rumah ini, berasa lagi main drama kolosal Putri Hwang Zou haha, naik ke lantai gak boleh rame-rame sebab khawatir rubuh juga kan. Sepertinya perlu tulisan khusus bahas rumah ini ya hehe.

Masih di Kesawan ada restoran klasik, Tip Top, next bakal agendain kesini ah, penasaran juga seperti apa eskrim legendaris dan rasa kue susnya huhu.

Lalu di perempatan disambut dengan tanah lapang yang jadi saksi sejarah Kota Medan, yes Tanah Lapang Merdeka yang kini lebih dikenal dengan Merdeka Walk.

Di sekeliling Merdeka Walk, penumpang Mowiee disuguhkan banyak bangunan klasik di kiri kanan, sebelumnya ada London Sumatera atau Lonsum yang sampai sekarang masih berfungsi sebagai kantor perkebunan, dalam gedung ini ada lift antik ala lift di London tahun 1900-an, aselik lift besi.

Ada Gedung Balai Kota, Gedung Bank Indonesia, lalu ada tugu titik nol Kota Medan dan di sampingnya ada Kantor Pos besar Kota Medan. Dulu semasa rajin jadi kuter alias kuis hunter, sebelum giveaway ala Instagram booming. Aku sering bolak balik kantor pos, beli perangko, kirim seamplop besar persyaratan kuis, serulah hehe.

Setelah melewati jantung Kota Medan, Mowiee berbelok ke Tanah Lapang Benteng, tanah lapang terbesar kedua nih di Medan. Di sisi kiri lapangan ada gedung pusat pemerintahan ada kantor DPRD, dan di sepanjang jalan ini juga banyak mol serta rumah sakit.

Lurus aja, tak berapa lama Mowiee belok kiri lagi dan kami akan memasuki daerah Little India alias daerah kampung madras, selain ada Mol terbesar yakni Sun Plaza, kampung madras punya kuil, Kuil Shri Mariamman.

Di dalam Mowiee, Khalil sempat bosan, ‘kapan kita sampenya Boooon’, wkwkw, tapi Kak Alween sang tour guide gak henti-hentinya berinteraksi dan interaktif dengan anak-anak di Mowiee.

‘Siapa yang suka makan durian?”
SAYAAA...teriak Khalil
‘Siapa...?’
“Siapa...?’

Apapun pertanyaan Kak Alween, jawaban Khalil adalah SAYA
Haha

Ah ya sampai lupa, tadi sebelum sampai ke Tanah Lapang Benteng, kami melewati Tugu Guru Patimpus. Aku sering lewat tugu ini tapi gak tau apa maknanya, haha. Ternyata tugu ini berdiri sosok pendiri Kota Medan, Guru Patimpus, pada 1 Juli 1590.

Dulunya Medan ini adalah hutan belukar, nah Guru Patimpus ini yang membuka lahan hutan sebagai areal Kampung Medan. Pun tentang Kota Medan zaman dulu aku suka membacanya di novel Emak.

Baca juga : Mengenang Emak Ala Daoed Joesoef

Setelah puas ngobrolin sejarah saatnya menelusuri wisata kuliner Kota Medan. Mowiee membawa kami melewati Pusat Jajanan Mojopahit, lalu masuk daerah yang nama jalannya ada sei...sei.

Salahsatu jalan berawal Sei menjadi tempat pemberhentian kami, Home Industri UKM, Noerlen—Rumah Oleh Oleh Khas Sumatera Utara, tepatnya di Jalan Sei Tuan. Tentang Noerlen aku bahas sendiri di tulisan lain ya.



Singkat cerita, di Noerlen kami sempat melakukan kunjungan singkat. Sebaik sampai di Noerlen, kami disambut dengan mini cup sirop markisa segar dan dingin, masyaAllah hilang dahaga ini, trus nyesel maunya dari rumah bawa botol kosong haha *galon aja sekalian Sis*  lalu kami juga diajak melihat proses pembuatan sirop markisa yang masih manual dan setelah itu pastinya kami belanja wkwkw, terhempas duit mamak hampir 100K wkwkw. Aku beli sirop Markisa dan VCO😍

Waktunya menyelesaikan perjalanan, banyak informasi yang aku dapatkan seharian ini, baru tahu kalau Ashanti buka Dapur Asix, terus beberapa usaha kuliner artis di Medan yang mulai mandeg.
Rujak kolam yang digusur, namun bukan digusur tapi sedang disiapkan lokasi yang lebih bagus untuk jualan. Terus Rumah Dinas Gubsu yang lagi renovasi dan yang tak kalah penting adalah informasi mi ayam paling enak yakni Mi Ayam Restu, Jl, Sei Belutu. Enak, Banyak dan Murah haha. Aku harus kesini buat nyobain, ya harus. Terimakasih Kak Alween, ini informasi berharga banget buat akoh.

Gak berasa perjalanan usai, kami kembali ke Masjid Raya sebagai tempat pemberhentian. Sempat kecewa sih, pengennya singgah di kantor Kak Alween, Narsis Digital Printing, tapi gak apa-apa, so far Mowiee is sooo fun.

Kapan Mowiee Beropeasi Untuk Umum ?

Mowiee beroperasi tanggal 1 Oktober 2018, meskipun begitu tetap bisa booking seat di aplikasinya Mowiee atau mengunjungi website www.mowiee.com.

Perharinya Mowiee ada 2 trip, pagi jam 9 dan siang jam 2. Tiket untuk dewasa seharga 75K dan anak seharga 50K.

Pengalaman jalan dengan Mowiee hari ini seru sekali, bermanfaat buat Khalil sebab jadi pengetahuan tentang kota tempat dia tinggal. Selama ini kalau ditanya,

‘Khalil tinggal di mana?’
‘Bumi’
Sebenarnya jawaban Khalil gak salah sih, Bunda aja yang kasi pertanyaan salah haha, seharusnya, Khalil tinggal di kota apa?
Kota Medan!

Thanks Mowiee dan Kapten Mowiee!
Semoga bermanfaat!
Selamat jalan-jalan!



Berburu Tiket Kereta Api Medan-Binjai

/ / 0 Comments
Berburu Tiket Kereta Api Medan-Binjai
Assalamualaykum,

Seringnya berpikir bawa anak jalan-jalan mestilah mahal, tapi gak juga, ada banyak tempat wisata yang bisa disinggahi tanpa mengeluarkan banyak ongkos.

Jadi ceritanya mau mengajak Khalil memperkenalkan satu alat transportasi bernama kereta api. Selama ini kan lihat kereta api hanya dari kartun Thomas atau Chuggington dan mainan kereta api berkarakterkan Thomas juga haha.

Tadinya mau ikutan playdate naik railink KA dari Medan ke Bandara yang difasilitasi salahsatu daycare di Medan, tapi ya Allah, mahhhaaal huhu, sekali playdate bisa makan biaya ratusan ribu mendekati setengah jutak, itu kalau aku dan uci Khalil ikut, pun gak mungkin juga aku lepaskan Khalil untuk ikut playdate bersama teman barunya, sementara aku menunggunya di stasiun bandara yang di Medan haha, maulah tereak-tereak nyari emaknye.

Alhamdulillah setelah sekian lama gak nyobain moda transportasi kereta api, pada Minggu 22 April 2018, jadi juga naik kereta api.

Lebih asyik berangkat pagi, agar bisa berlama-lama keliling kota Binjai. Namun apalah daya, berangkat juga dari rumah jam 11, sampai stasiun jam 12, kereta api berangkat jam 1, haha, terpaksa mesti nunggu satu jam lagi.

Sekarang pelayanan PT KAI sudah lebih rapi dan nyaman. Pun dari pemerintah sedang digalakkan kampanye Ayo Naik Kereta Api!. Okelah Pak Presiden, nih kami nyobain naik kereta api yaaa!

Tahun 2014 pernah juga naik kereta api Medan-Binjai, dan masih sepiii banget, serta tiket masih 15K/orang. Kalau sekarang, murahnya, 5K/orang, tapi ya gitu....



Peminat kereta api Medan-Binjai itu buanyak sodara, apalagi weekend, ada yang sengaja wisata kereta api Medan-Binjai, kayak kami ini, ada juga penumpang dari Medan yang mau menghadiri undangan pesta pernikahan di Binjai, biar gak apa kali atau gak mahal kali dan make up tetap stay tune, maka dipilihlah naik kereta api, risiko gaun keinjek-injek penumpang yang mau naik pun dah pasrah aja haha.

Sebaik tiket ditangan, kami langsung masuk ke ruang tunggu. Ruang tunggunya pun jauh lebih nyaman sekarang, fasilitas lengkap, mau dari mini market sampai toilet serta musholla pun ada, bahkan mau es krim juga tersedia.

Menunggu kereta api datang, Khalil membujuk ayah untuk beli dan makan eskrim. Nah, kereta api Medan-Binjai ada tiap satu jam sekali.

menunggu kereta api datang

Setelah sejam menunggu, kereta api yang dinanti pun datang. Semua penumpang sudah stand by pada masing-masing pintu gerbong.

Ketika kereta api benar-benar berhenti, semua mendesak masuk padahal penumpang yang dari Binjai belum lagi turun, wkwkw. Ya Allah, gini amat kereta api rakyat, mungkin keadaan seperti ini yang dirasakan para buruh Jakarta, berdesak-desakan di commuter line.

Si Ayah dengan sigap menggendong Khalil, Bunda menenteng tas ransel dan siap untuk berdesak-desakan soalnya kita bakal rebutan bangku, sekaligus memantau Uci dan si Nadin. Alhamdulillah kami kebanggian bangku, meski terpisah gak gitu jauh hehe.

Meskipun sudah mendapatkan bangku, kereta masih menunggu 10 menit sebelum selanjutnya berangkat, etapi lebih 10 menit malah. Tau gak, dengan cuaca kota Medan yang sinar matahari cethar membahana, sementara di dalam kereta api, kipas angin kecil di atap tak sanggup lagi memproduksi angin, ditambah jendela kereta api yang tertutup total, Oh aku dan keluarga kecilku seakan dikukus dalam sebuah panci yang panjang.

Kirain fasilitas di dalam kereta api sama terawat dengan baik seperti fasilitas ruang tunggunya, ternyata memang perlu ada yang dibenahi huhu, terseksa T_T adek meleleh, Bang! Mana aku lupa bawa kipas lagi, huhu.

Karena keadaan seolah kayak dikukus, menunggu kereta api jalan luamanyaaa minta ampun, hilang sudah mood foto-foto, wkwkw, gimana gak, aku harus memangku Khalil, sepertinya dia ngantuk. Terbukti ketika kereta api jalan, dia mulai tertidur. Raut wajahnya seperti takut soalnya suara mesin kereta api agak memenuhi gerbong, belum lagi getaran getaran yang ditimbulkan. Usai takut maka terbitlah ngantuk, wkwkw.

Perjalanan Medan-Binjai dengan kereta api cukup ditempuh 30 menit saja, berbeda dengan perjalanan menggunakan sepeda motor dan angkot, waktu yang diperlukan bisa sejam bahkan lebih, biasanya akan terjebak macet di daerah Kampung Lalang.

Alhamdulillah sampai juga di Binjai. Terus kita di Binjai ngapain? ke rumah teman aja ya hehe, soalnya mau keliling Binjai udah gak sempat lagi.

Nah, Ayah Bunda, tampaknya menderita ya perjalanan kami, haha, tapi seru loh, si kecil kita ajak keluar dari zona nyamannya, menikmati langsung pengalaman naik kereta api rakyat, dan semoga jadi kenangan indah dalam memori Khalil ya!

Oiya sebagai catatan, kalau mau pulang dari Binjai ke Medan, tiket pulang gak bisa dipesan sebaik sampai di stasiun Binjai, sebab harus menunggu sejam lagi. Jadi, supaya gak ketinggalan kereta api, tibalah lebih awal.

Kami sampai di Binjai sekitar jam 12.30, kemudian balik lagi ke stasiun Binjai, jam15.30. Kirain kami sampai lebih dulu, ternyata antrian sudah mengular, ruang tunggu penuh, dan kami pun menunggu pintu pemeriksaan tiket dibuka dalam keadaan berdiri wkwkw.

perjalanan pulang dari Binjai ke Medan

Begitulah pengalaman kami naik kereta api Medan-Binjai. Bagaimana? pengen ajak si kecil naik kereta api pada libur lebaran tahun ini, cus cobain Ayah Bunda ^^ pasti seru.

Selamat jugijagijug yaaaa!

Keseruan Little Superman Jelajahi Luar Angkasa di OIF UMSU Bersama IIP Sumut

/ / 2 Comments
Keseruan Little Superman Jelajahi Luar Angkasa di OIF UMSU Bersama IIP Sumut

Pas membaca informasi bahwa komunitas Institut Ibu Profesional Sumut mengadakan fieldtrip ke OIF UMSU, langsung lah aku daftar, daftar dulu, 😁 bayarnya tadi malam, Alhamdulillah masih diterima sama Kak Yessy dan pihak OIF.


Sejak nonton film Petualangan Sherina, sejak itulah keinginan untuk bisa ke Observatorium di Lembang begitu menggebu-gebu, sampai sekarang sudah punya anak impian itu masih menyala.

Entah kenapa pula, seperti ada kesenangan tersendiri mengenal benda-benda luar angkasa, ilmu astronomi, dan profesi seorang astronot. Kelihatannya WOW gitu. Dan tanpa sadar kesenangan ini aku tularkan ke Khalil, *semoga kesenangan yang positif ya Nak, bukan bagian dari hasrat terpendam emaknye.

Maka, berangkatlah kami dari rumah jam 9, lupa tadi bilang sama uwak supir taxi onlinenya supaya lewat tol mabar, akhirnya kami sampai di OIF UMSU jam 09.45, huhu.

Meskipun begitu, syukurnya belum begitu ketinggalan nonton simulasi alam semesta dan pemutaran film astronominya, apalagi penjelasan tentang Apa Itu Hilal, yang merupakan tema dari Fieldtrip IIP Sumut.



Tentang OIF UMSU

OIF UMSU adalah singkatan dari Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. OIF UMSU merupakan lembaga tersendiri di UMSU yang fokus pada bidang observasi benda-benda langit dan mengkaji ilmu falak atau astronomi islam.

Memotret semesta demi iman dan peradaban, begitulah bunyi tagline dari OIF UMSU yang berdiri pada tahun 2014 dan diresmikan Prof. Dr. H. Syamsul Anwar MA selaku Ketua MTT PP Muhammadiyah. Pada tanggal 23 Mei 2016 di Yogyakarta, OIF UMSU kembali diresmikan Presiden RI Jokowi tepat diacara Konverensi Nasional Indonesia Berkemajuan ( KNIB ).

Wah ternyata masih baru ya, pantes aku pun juga baru tahu wkwkw. Penasaran dengan OIF ini muncul ketika ramai fenomena super moon dan gerhana beberapa waktu lalu, nah OIF UMSU mengadakan event itu untuk masyarakat umum, GRATIS!

Kalau sekarang mah berbayar hehe. Jadi, keberadaan OIF adalah alternatif wisata pendidikan bagi masyarakat di Kota Medan.

Lalu tadi kita ngapain aja ?

Bertempat di Kampus Pascasarjana UMSU, Jl. Denai, No.217 Medan tepatnya di lantai 7, disinilah OIF berada.

Biasa Khalil seronok lihat tangga, sehingga tadi dia puas naik tangga sampai ke lantai ke 7 wkwkw, mana gak ada lift lagi. Terus ketika acara selesai, kan harus turun tangga lagi, nah little superman tampak kelelahan gitu, dikit-dikit duduk di tangga, haha.



Sesampai di OIF, kami langsung masuk ke Planetarium. Di dalam ruangan, kami masuk sudah dalam kondisi gelap, maklum telat huhu. Dan sedang diputar simulasi alam semesta.

Kemudian Kak Pita dan Kak Widya menjadi orang dibalik layar yang menjelaskan proses simulasi, mereka adalah tim planetarium-nya yang juga jadi guide kami selama beberapa jam tadi.

nonton di planetarium, ruangan suejuk
 Melalui penjelasan kakak tim planetarium ini barulah aku paham hilal itu apa,

Ayah, Bunda, Hilal Itu Apa?

Hilal merupakan bulan sabit yang saaaaaaaaangat tipis. Untuk mengamati hilal dilakukan pada sore hari sekitar jam 6 sore, saat matahari di sebelah barat dan pastinya sedang proses terbenam. Setelah posisi bulan berada pada ketinggian 12 derajat, baru deh perlahan hilal nampak, itu pun haluuus banget, kalau aku mungkin gak ngeh bahwa itu hilal, soalnya hampir seperti tak nampak saking tipisnya.

Selain tahu tentang hilal, mamak cupu ini pun jadi tahu kalau menghitung posisi jarak bulan dari bumi, bukan pake m apalagi cm 😁   tapi derajat ya Buibu, *ini emak pas pelajaran fisika dan geografi kemana aja sih, baca novel Harry Potter ya di belakang? wkwkw

Usai pemutaran video simulasi tentang pengamatan benda angkasa dan Hilal, kami menonton Film Astronomi, disini diperlihatkan bagaimana alat bernama voyager, berupa piringan emas berisi suara dan gambar yang diluncurkan sejak tahun 1977  dalam dua penerbangan pesawat luar angkasa.

Voyager sampai sekarang bertahan mengirimkan gambar keanekaragaman makhluk hidup dan benda-benda langit di luar angkasa, masyaAllah. Dan gak ada yang tahu juga akan bertahan sampai kapan dan sejauh apa dia berjalan menembus misterius dan luasnya angkasa raya.

Melalui Voyager diperoleh informasi bahwa ada benda langit yang ternyata lebih besar dari matahari, seperti Betelgeuse, Aldebaran, Rigel, Arcturus dan Capella.

Kalau sudah begitu, bumi segede apa ya dari luar angkasa, huhu, tak lebih seumpama sebutir pasir. Allahu Akbar! Terus kalau bumi segede pasir, kita seperti apa kalau dilihat dari luar angkasa? Betapa kerdilnya diri ini ya Allah, lalu untuk apa sombong T_T





Di luar angkasa nun jauuuuh disana tetap terjadi pergerakan yang menimbulkan banyak perubahan, contohnya saja Pluto. Pluto dulunya disebut sebagai planet terkecil, namun setelah diamati, Pluto sudah keluar dari orbit planet, sehingga Pluto tidak lagi disebut sebagai planet.




Lalu jika belum puas dengan pemutaran video tentang astronomi, kita bisa mengunduh aplikasi astronomi yang ada di google playstore. Ada beberapa infonya disitus pusatgratisdotcom dengan judul 10 Aplikasi Gratis Android untuk Pecinta Astronomi. *emak modal googling hihi

Setelah dibekali informasi dasar seputar tata surya selama kurang lebih setengah jam, anak-anak dan orangtua diajak ke ruangan sebelah, tempat dimana, dipamerkan alat-alat yang membantu mengobservasi benda-benda langit, seperti berbagai macam jenis dan bentuk teleskop, hasil pemotretan matahari menggunakan teleskop, globe, dan lain-lain.



Hanya saja, anak-anak harus hati-hati di area ini ya, huhu, Bunda terlupa mengedukasi Khalil, kalau ada sesi kita diajak ke gallery instrumen planetarium, sehingga saking semangatnya eksplorasi, semua alat pengen disentuh. Emak parno lah, khawatir ganti bisa, beli tak bisa, wkwkw.

Tak begitu lama berada di ruangan ini, sesi berikutnya adalah demo meluncurkan roket. Jangan dikira roket beneran yak hihi, tapi roket air. Hmmm...Kakak planetarium, kapan-kapan ngadain playdate ya cara buat roket air ^^.



Roket rakitan, diluncurkan dengan media air dan pompa, ketika dipompa beberapa kali, wussssh, maka roket meluncur ke langit tinggi. Khalil sampai terkaget-kaget saat momen peluncuran haha.

Habis dari seru-seruan meluncurkan roket, para pengunjung boleh ikut Kak Pita dan Kak Widya di wahana Sliding Roof Ahmad Dahlan.


Disini kita bisa melihat matahari menggunakan teleskop. Nah beruntungnya, aku dapat kesempatan melihat matahari saat cuaca sedang oke, setelah itu awan tebal kembali menutup matahari. Matahari yang terlihat olehku, berbentuk bulat penuh berwarna orange tua. Maha besar Allah!

Oya, untuk bisa berada di ruangan ini, kita harus menaiki anak tangga yang curam, jadi harus hati-hati. Di dalam ruangan mini itu,  selain ada teleskop, ada juga AC dan kipas angin, guna menjaga teleskop agar tetap sejuk dan awet kayak nugget di kulkas hehe. Kemudian awas kepala, agar tidak kejedut kena printilan dari teleskop.


Pada sesi berikutnya, pengunjung udah berpencar nih, wkwkw, mencari kesenangan tersendiri dengan foto-foto di miniatur planet dan berfoto ala astronot.

Sambil menunggu antrian di sliding roof,  kita dapat menikmati pemandangan kota Medan Denai terhampar sejauh mata memandang. Dengan alat yang namanya binokular. Binokular memudahkan kita melihat menara yang jauuuuh, seolah berada di depan mata.



‘Wah, maunya teleskop ini ada di rumah ya’, celetuk ku

‘Lah untuk apa Buk? Lihat tetangga ya?’ sambung Kak Widya

BAHAHA, bisa jadi Kak

Jadi, pas aku nyobain meneropong pakai binokular itu, berasa ala-ala intelijen gitu deh, yang bisa intip keberadaan sniper, penembak jitu. Efek kebanyakan nonton film mafia nih.

Sudah puas berfoto dan foto bersama dengan keluarga besar IIP Sumut,  Aku berkesempatan mengelilingi spot yang lain.

Ada Apa Saja di OIF UMSU? 

OIF UMSU tidak begitu luas, gak begitu lelah lah mengelilinginya, yang lelah adalah naik tangga dari lantai 1 sampai 7 wkwkw. Sebaik menginjakkan anak tangga terakhir di lantai tujuh, pengunjung langsung disambut bangunan bentuk segitiga, bertuliskan Observatorium Ilmu Falak.

akhirnya sampe juga di lantai 7, huhu

disambut bangunan segitiga ini, momen foto bersama dengan keluarga besar IIP Sumut

dan replika jam matahari zaman dulu

keren visi misinya
Di sebelah kanan, ada planetariumnya yang menyatu dengan ruang gallery peralatan. Di depan planetarium ada toko OIF UMSU, disini dijual aksesoris astronomi, seperti kaos, mug, pin, dll.

Di samping toko OIF UMSU, ada miniatur tata surya, astronot dengan latar belakang seolah lagi mendarat di bulan.


Pokoknya seru deh buat aku dan Khalil yang memang norak-norak bergembira disana wkwkw.

supermen cilik gak jadi mudik ke Krypton, jauuh, entah pun dimana wkwkw, jadinya mendarat di bulan aja dah




Supermen ngaso dulu ah, panas bro mana puasa lagi wkwkw
suasana di OIF UMSU
 Gak semua wahana kami kunjungi dan masuki, seperti wahana dibawah ini :

Apa ya di dalam kubah ini
dan ini, bentuknya seperti kapsul ya
Selain miniatur planet, ada juga miniatur instrumen pengamatan benda langit yang digunakan ahli astronomi zaman dulu, selain gambar jam matahari di awal, ada juga yang ini.

Dalam Bahasa Arab, instrumen ini namanya Mizwala, sedangkan dalam Bahasa Inggris, Sundial yang artinya jam matahari, fungsinya menentukan waktu menggunakan bayangan dari sinar matahari. MasyaAllah, untuk menentukan waktu saja ada berbagai inovasi alat yang ditemukan, namun sumbernya hanya satu, adanya sinar matahari yang gonjreng.

Mizwala

Tiang Rashdul Kiblat

Rash al-Qiblah  artinya adalah istilah bahasa arab yang artinya peristiwa astronomi saat matahari berada tepat di atas Ka'bah.

Nah tiang ini yang dilengkapi bandul segitiga menggantung terbalik, berguna banget saat mengamati momen Rashdul Kiblat tersebut. Momen Rashdul Kiblat umumnya terjadi setiap tanggal 28 Mei dan pertengahan bulan Juli dengan begitu kita bisa memverifikasi arah kiblat kita.

Biasanya pada momen Rashdul Kiblat, tim OIF UMSU akan mengundang pengurus masjid untuk edukasi dalam menentukan arah kiblat dengan menggunakan alat sederhana seperti digambar itu.

Kabarnya tanggal 28 Mei ini, Tim OIF UMSU akan turun gunung ke masjid yang telah ditentukan untuk langsung mengedukasi masyarakat.
 

Nah, bagi yang penasaran dan ingin merasakan keseruan kami, OIF UMSU membuka paket kunjungan untuk pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum dengan tarif dan ketentuan sebagai berikut:







Kemudian bila ingin mengetahui seputar OIF UMSU yang dikepalai oleh Dr.Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, MA ini, dapat like fanpage Facebook nya di Observatorium Ilmu Falak UMSU atau ke situs oif dot umsu dot ac dot id.


Semoga bermanfaat dan berselancar di luar angkasa!

Terimakasih Institut Ibu Profesional Sumut yang sudah memfasilitasi fieldtrip ini, ditunggu fieldtrip berikutnya ^^
Sukses terus ya OIF UMSU ^^


Membangun Fasilitas Air Bersih untuk Masyarakat Tambun Raya oleh STP

/ / 0 Comments
Membangun Fasilitas Air Bersih untuk Masyarakat Tambun Raya oleh STP

Menurut data yang dikeluarkan Wateraid tahun 2016, Indonesia merupakan negara yang sekitar 32 juta penduduknya tidak memiliki akses air bersih, sehingga berada pada peringkat 6 dari 10 negara yang kesulitan air bersih.

Miris sekali hati ini ketika mengetahui fakta seperti itu, padahal Indonesia adalah negara tropis, yang musim hujan dan musim kemarau masih sering stabil, walau belakangan agak labil efek si pancaroba, serta Indonesia juga merupakan negara kepulauan, yang idealnya air mudah diperoleh, namun kenyataannya tidak. Akses air bersih masih belum merata, apalagi bagi penduduk di sekitar Danau Toba.

Danau Toba adalah danau terbesar se-Asia Tenggara, bahkan air Danau Toba diketahui memiliki kualitas nomor satu  yang artinya, air Danau Toba layak dikonsumsi. Hal ini diperkuat berdasarkan peraturan GubSu No.1 tahun 2009 pasal 5 ayat (1) tertulis disana kalau baku mutu Danau Toba nomor satu di kelasnya.

Sumber : Tribunnews

Jujur, setiap kali melakukan perjalanan yang mengharuskan melewati Danau Toba, entah kenapa danau ini seperti memiliki magnet, agar mata ini tak bosan memandang, senantiasa kagum melihat pesonanya yang eksotis, menenangkan, dan seolah menyimpan berjuta rahasia yang belum terpecahkan, ibarat gadis pemalu, Danau Toba begitu misterius.

Dibalik tenangnya Danau Toba tersimpan manfaat dahsyat untuk masyarakat sekitar, selain menggunakan airnya untuk kebutuhan sehari-hari, juga jadi mata pencaharian sebagian warga sekitar untuk beternak ikan. Bahkan sebuah perusahaan besar telah berdiri disana, PT Suri Tani Pemuka yang kemudian disingkat PT STP, anak perusahaan dari PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk atau lebih dikenal JAPFA.

PT STP, sebuah perusahaan berfokus pada budidaya ikan nila di kawasan Danau Toba. Nah, demi mendukung Kebijakan dan Strategis Nasional Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih (KSNP-SPAM), PT. STP merasa terlibat untuk ambil bagian dalam kebijakan tersebut, sehingga dilakukan pembangunan filter air bersih Danau Toba di Tambun Raya, Simalungung, pada 10 April 2018.



Dan berakhir sudah penderitaan masyarakat di Nagori Tambun Raya, setelah hampir 5 tahun kesulitan air bersih.


Sebelumnya, ujar Rachmat Indrajaya, Direktur Corporate Affairs JAPFA, masyarakat Dusun Tiga Baru dan Dusun Sait Borno-Nagori Tambun Raya hanya dapat mengharap air dari mata air, padahal mata air kering pada musim kemarau belum lagi lokasinya jauh dari tempat tinggal mereka.

Air Danau Toba lanjut Rachmat, adalah air kehidupan, dengan teknologi filtrasi, air Danau Toba bisa untuk air minum.

Sekilas, tampaknya saja Air Danau Toba itu bersih, padahal ukuran bersih atau tidaknya air bukan bergantung pada penampakan air dari permukaan saja  tapi harus diteliti lebih lanjut sampai ke partikel terkecilnya hingga dapat simpulan bahwa air tersebut aman dikonsumsi.

Sistem Filtrasinya Bagaimana?

Penyaringan air, jangan dibayangkan layaknya penyaringan tradisional hehe ya, yang pakai unsur gambut, batu, kerikil disusun, ya Allah kapan tersaringnya ya kalau begitu, sementara Danau Toba itu luwas was was melebihi luas negeri Singapura.

Sistem filtrasi yang dirancang STP yakni Ultra Filtration Water Treatment, pada prosesnya air Danau Toba akan melewati saringan yang berlapis lapis sampai dipastikan kualitas air aman dikonsumsi masyarakat.


Kemudian secara berkala, alat filter air dilakukan pemeliharaan, agar senantiasa bekerja optimal. Oiya, sample air hasil filter pun telah diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan, Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan telah dinilai memenuhi syarat layak jadi air minum.

Ternyata meskipun hidup di pinggiran Danau Toba, tidak menjamin bakal dapat akses air bersih ya, huhu. Bantuan filter air bersih dari PT STP begitu disambut bahagia oleh Bitner Damanik selaku Pangulu Nagori Tambun Raya, sebab warganya dapat mengonsumsi air bersih.


Setelah melakukan serah terima bantuan, untuk selanjutnya fasilitas ini dikelola pemerintah daerah dan masyarakat. Adapun yang berhadir dalam acara tersebut yaitu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov.SU, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov.SU, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Simalungun, Camat Pematang Sidamanik, Pangulu Nagori Tambun Raya, warga setempat dan perwakilan PT STP.


Dalam program CSR nya PT STP tidak hanya memberikan bantuan alat filter air bersih tapi sebelumnya juga berpartisipasi melestarikan lingkungan dengan membentuk Gerakan Aksi Untuk Lingkungan ( GAUL ) Danau Toba, bentuk kegiatannya berupa penghijauan pada area seluas 20 Ha di Daerah Tangkapan Air ( DTA ) Danau Toba  dengan menanam 11.000 pohon.

Selain peduli lingkungan, PT STP pun menyasar anak SD dengan kegiatan untuk komitmen mengajarkan anak-anak sekitar belajar Bahasa Inggris. Wah keren ya program CSR PT STP, secara kawasan Danau Toba sering didatangi wisatawan asing, sehingga bekal berbahasa asing harus ada, jadi gak hanya belajar Bahasa Simalungun dan Bahasa Indonesia saja.

Kemudian ada bantuan berupa membangun toilet di SDN Tambun Raya dan SDN Parbalohan, menyerahkan alat kebersihan sekolah, juga membangun jembatan sebagai akses jalan yang menyambungkan daerah Tambun Raya dan Tigaras.

Payah bilang lah kalau sudah bersentuhan dengan Danau Toba, pasti kawasan sekitar kena imbas berpotensi jadi daerah wisata juga sehingga perusahaan yang turut merasakan keuntungan dari sumber alam daerah tersebut sudah sepatutnya ikut melakukan pembangunan. Wah pas banget dengan visi perusahaan PT Suri Tani Pemuka, “Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama’.

Duh, jadi rindu jalan-jalan ke kawasan Danau Toba, singgah ke Tigaras, Kebun Teh Sidamanik sambil berfoto pakai hanbok di tengah hiijaunya pucuk daun teh. Lalu menikmati lezatnya ikan nila panggang yang dipanen langsung dari keramba PT Suri Tani Pemuka, alamaaak, lapar jadinya wkwkw.

Ditunggu kabar terbaru dari program CSR PT Suri Tani Pemuka untuk kemaslahatan warga pinggiran Danau Toba, Sukses selalu!
Powered by Blogger.