-->
Menu

your blog banner

Showing posts with label Lucu Gilak. Show all posts
Showing posts with label Lucu Gilak. Show all posts

CASTING HAHAHAHA

/ / 0 Comments
CASTING HAHAHAHA
Jumpa seorang Ahmad Fuadi penulis novel bestseller  Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna adalah hal yang tak pernah kuduga, hingga Minggu sore nan tralalal itu membuktikan semuanya. 

Kabar kedatangan Ahmad Fuadi sudah kurekam sejak malam minggu dari FB Mb Haya Aliya Zaki, namun dalam diam agenda itu kusimpan erat-erat. *Soalnya ragu gitu, antara datang apakah tidak datang*.

Jam setengah dua daku pun meluncur ke Gramedia Gama setelah silahturahmi dengan kawan-kawan di Win’s Sharing Club, berbagi ilmu, bahkan kopdaran dengan Kak Ida yang di fesbuk sering bernamakan Mata Pena dan Kak Maya mantan sekum FLP Sumut. Alhamdulillah, terkadang kita butuh ketemu dengan orang baru, suasana baru untuk me-refresh yang namanya otak :D.

Psstt…sebelum kaki kami benar-benar masuk ke TB.Gramedia Gama, daku dan Dewi mengadakan pertemuan meja petak dulu di warung donat disebelahnya *membumi kali bahasanya padahal niatnya skalian mau ngadem juga, soalnya td Medan cukup gerah :D*. Setelah berkutat dengan naskah anak-anak FLP angkatan IV tentunya sambil makan donat, saatnya meluncur ke lantai II, soalnya tadi di-sms-in sama Bang Abi ‘Rul, Ahmad Fuadi dah datang’…aarrgghhh >>>. *ekspresi jeritan terakhir don’t try this at your text/SMS when u reply it heheheh :D*.

Sampai lantai II, daku melihat sekeliling, sepertinya belum ada tanda-tanda, eh….udah ada tuh tanda-tandanya. Ada poster besar bertuliskan ‘Talkshow bersama Ahmad Fuadi dan Open Casting Film Negeri 5 Menara’, tapi mata si Dewi mengarahkan ke tempat lain yakni ke salahsatu rak buku yang ternyata buku ‘Sesungguhnya Aku Mencintaimu Karena Alla (Qultummedia, 2011)’ udah terpajang manis disana. Daku sempatkan poto2 dengan buku sendiri hehehehe *naluri gilak poto, muncul seketika*.

Tidak berapa lama, HPku berdering dari ‘Mas Harry GPU’, ‘Sombong ya, dipanggil panggil ndak denger’ *lah lah daku langsung celingak celinguk* oalah Mas Harry ternyata juga lagi di sini toh. Mas Harry, Bapak satu anak asli Solo punya ini adalah marketingnya buku Gue Gak Cupu, sepetinya hari ini penuh silahturahmi, daku juga jumpa dengan Mbak Wiedya—staf TB. Gramedia juga. Senengnya J. Pembicaraan kami pun heboh karena sudah lama tak berjumpa dan ujung-ujungnya Mas Harry dan Mbak Wiedya ndorong-ndorong aku buat casting  pemain Film Negeri 5 Menara. WHAT THE EM EM? CASTING?.

‘Ayo mbak, ikut aja’. ‘Iya mbak, ikut aja’ timpal Mas Harry. ‘Lah, bukannya yang dicari 5 peran saja, itu pun laki-laki’. ‘Ndak, mbak, mbak bisa ambil peran Sarah’, kata Mbak Wied lagi.
*hah? Sarah? Ooo..ni pasti tokoh yang ada di N5M, tapi aku lupa siapa tokoh itu*
‘Gak pa pa mbak, ikut aja, castingnya di lantai 3, sekarang lagi berlangsung’

Mendapat gempuran dari sana sini *aku jadi nggak sanggup menolaknya :D*, aku pandang wajah sahabat2ku, ada Dewi, Bang Abi, Cipta, ah…tapi kenapa mata mereka gak beraksi? Baiklah, aku ikut casting. *aku beli buku Ranah 3 Warna, bayar dikasir, isi biodata, tanganku distempel –dah kyk mau dikurban pake distempel hehehe- dan melangkahkan kaki ke lantai III sambil diantar mbak staf TB.Gramedia. Dalam hatiku, batin ini masih bertempur ‘yakin lo, mau ikut casting?’. Ah. Daku lagi ingin sejenak menggunakan otak kananku, Talkless Do More *no smoking, ini bukan iklan rokok ye :D*.

Di dalam ruang casting, ada seorang pemuda berbusana casual—kaos biru dan celana jeans- sedang ditatar untuk mempraktekkan acting, aku cuma bisa senyam senyum sendiri. Waduh…ntar lagi aku ni. Sementara pemuda itu bolak balik ulang adegan ‘Lo, harus pede dengan peran lo, Emang senyum-senyum gitu ya waktu lo menanyakan pacar lo selingkuh, ulang lagi ya adegannya, lo harus pede dan yakin dengan peran lo bla bla bla’ >>> rasanya aku pengen keluar dari ruang casting dan balik ke acara Talkshow A.Fuadi, soalnya pas aku masuk ruang casting pas pula acara talkshow baru akan sedang dimulai T_T.

Semenit dua menit tiga menit >>> 10 menit, ‘Oke, acting kamu dah mulai bagus, terimakasih, ini kami seleksi lagi, kalo cocok ntar akan dihubungi lagi’. Lalu, abang yang ngomong tadi membalik badan dan melemparkan senyum tanda bahwa, sekarang giliranmu.

Aku pun maju dengan ke-pede-an yang aku punya, walau sebenarnya tanganku dingin, jantungku sedikit agak bergemuruh :D. ‘Baru pertama kali ikut  casting ya?’ Tanya abang yang duduk disamping abang yang mirip Ahmad Fuadi sambil makan bubur.  ‘Nurul Fauziah’, abang yang mirip Ahmad Fuadi memastikan namaku. ‘Oke sekarang, coba isi biodata dirimu di whiteboard yang disana’. Setelah itu, si abang yang aku tak tau namanya tapi mirip-mirip Bang Ahmad Fuadi terutama style rambutnya :D, aku disuruh menghadap kamera dengan memegang whiteboard imut seukuran buku tulis dan JEPRET  *berasa calon tahanan deh, untung gak disuruh foto dari berbagai sisi sambil megang papan berisi biodata hahahahah.

Sekarang kamu silahkan perkenalkan diri kamu dan menghadap kamera ya? Silahkan mulai setelah saya katakan ACTION ya. ACTION yak! *mulailah daku bla bla bla SEMESTER 8 bla bla bla buku GUE GAK CUPU bla bla bla ASSALAMUALAYKUM*

Detik-detik prosesi casting dilanjutkan dengan memerankan tokoh yang akan kita mainkan di film ini. Aku ditawarkan tokoh Sarah. Parahnya, ketika ditanyakan abang2 penguji apakah aku kenal dengan tokoh Sarah, aku lupa :). Soalnya aku dah lama banget baca novel N5M, tapi setelah diingat2, Sarah itu adalah cinta pertamanya Alif, dia anak salahsatu Kiai yang mengajar di Gontor.  Mereka katakan tidak masalah, dan untuk selanjutnya aku disuruh berpikir adegan apa yang akan aku praktekkan dan membawakan peran Sarah yang santun, ceria, periang. Glek! Aku tergugu, adegan apa yang harus aku bawakan ya? Sambil mikir, aku disuruh duduk, tapi aku susah  disuruh mikir di ruang luas, diperhatikan beberapa orang, hehehe gak privasi banget. Tiga menit kemudian saking gak tahannya berlama-lama di ruangan ini, apa yang terlintas itu yang aku perankan. Aku putuskan untuk memerankan adeganku saat hendak janjian jumpa sama Dewi tadi siang. *Kalo mengingat adeganku yang dodol bin garing waktu casting itu, aku bakal ketawa sendiri, jadi mohon maaf ya temans adegan ntu tidak ku narasikan dalam note ini, tak tahan menulis sambil ketawa :D HAHAHAHA. Rekaman wajah abang penguji yang illfeel melihat aksiku masih segar di memoriku HAHAHAH tu kan ketawa lagi.

Intinya adalah bukan pada obsesi jadi artis atau apalah –namun, klo lulus seleksi casting ndak apa juga AAMIIN YA ALLAH- , tapi lebih kepada aksi untuk melakukan sesuatu yang baru, yang unik, dan bisa jadi bahan cerita yang luarbiasa untuk anak cucu *SEDAAAPPP* :D –40 tahun kemudian >>> Nek Zee Nek Zee cerita lah ke kita waktu nenek ikut casting!- HAHAHAHAH ^^.


                                                                                                         -tobe continued >>>>-
#Catatan 13 Juni 2011

Kolor Kolor Nakal (KKN)

/ / 0 Comments
Kolor Kolor Nakal (KKN)

Senin pagi itu cerah ceria, daku gunakan waktu tuk bersih2 dan ritual terakhir dari acara bersih2 ku pagi itu adalah menggosok baju.

Setiap pagi adalah pagi yang berbeda buatku, khususnya pagi itu, saat sedang asyik2nya menggosok ditemani keheningan pagi setengah delapan waktu bagian kuala tanjung, tiba2 terdengar lengkingan suara yang merenggut kebahagian pagi milikku. Yup, benar itu suara Uay yang memanggil2 Aisyah yang sedang menyapu di halaman…Aisyah…Aisyah…Aisyah, begitu bunyi panggilannya, dalam hati ngapain si Uay ni pagi2 sudah treak treak. Tak berapa lama Uay masuk ke dalam sambil ketawa ketiwi, makin aneh aja ku pikir tingkah anak2 KKN di rumah ini, bentar treak2 bentar ketwa, rupanya Uay membawa informasi yg sangat berguna bagi nusa dan bangsa, Uay mengabarkan langsung dari TKP bahwa Aisyh nyapu di halaman dengan ditemani kolor yg nangkring dengan damainya di atas kepala si Aisyh, langsung saja ketawa kami membahana seantero rumah.

Kronologisnya begini, sewaktu Aisyah hendak keluar dari pintu samping, ruang kosong yg ada di dekat pintu samping itu sejak pertama kali kami sampe ke rumah ini langsung dinobatkan menjadi jemuran special for underwear dan kawan2nnya, nah karena Aisyah gadis yang tinggi dan ramping, terpaksalah untuk melewati rintangan yang ada di depan pintu samping itu dengan merunduk ria, karena klo tidak kain2 yg ada pada jatuh, dan naasnya pagi itu, mungkin Aisy gak terlalu merunduk sehingga nyangkutlah kolor itu tepat di kepala Aisyah dan beliau gak sadar sehingga acara nyapu menyapu di halaman pun menjadi meriah *soalnya Aisyah selain nyapu, juga seolah2 menjadi model yang memamerkan jilbab model keluaran terbaru yang diatasnya ada kolor yg keberadaannya amat sangat tidak diinginkan*. Saat itu juga berselang 10 menit setelah kejadian, Uay sang saksi mata pas pulak menyaksikan kejadian yg cukup memalukan dunia perakhwatan *Allah masih sayang sama Aisyah dan izzah akhwat diseluruh dunia, soalnya sempat sedetik saja Uay terlambat melihat kejadian itu, sudahlah runtuh seketika tembok kemuliaan para akhwat yg ada di rumah ini, wuih, malunya minta ampun, terutama sekali mental Aisyah yang mungkin saja bisa terguncang*. Parahnya lagi Aisyah menyapu di depan rumah yg posisi rumah kami tu pas kali dipinggir jalan dan di simpang tiga, yang masyarakat cukupr ramai melewati itu utk beraktivitas pagi, apalagi pagi itu pagi senin, hari pertama mengawali segala kegiatan, dapat dipastikan ada byk org yg lalu lalang dan gak menutup kemungkinan turut melihat keadaan Aisyah, Aisyah yg jilbabnya bertahtakan kolor. Gubrak!. Aisyah…aisyah, butuh waktu 3 hari bagi kami utk menertawakan kejadian yg lucu banget ini.

Sebelumnya Zee, daku dah pernah memprediksi kejadian ini, bagaimana jadinya ya jika daku melewati para jemuran ini, trus nyangkut di kepala, aih, dan kejadian itu pun terjadi pada Aisyah, pesan saya kepada anak muda sekalian, setelah melewati rintangan jemuran yang berbagai macam jenisnya itu, harap periksa kembali kepala Anda sebelum melanjutkan perjalanan untuk menyapu halaman. :p

Gara Gara SMS

/ / 0 Comments
Gara Gara SMS

Zee, kurasa awal agustus tahun ini adalah awal agustus yg memalukan bagi ku, bayangkan saja kejadiannya begini, hari minggu itu kami segenap anak2 ADK dan masyarakat mngadakan pawai longmarch untuk menyambut ramadhan, nah pas nyampe dititik kumpul, daku selonjorkan kaki dan menyenderkan diri di salah satu pilar masjid yang tampaknya di cat dengan cat murahan soalnya, catnya gak bagus gitu, berbekas di baju setelah menyenderkan diri dipilarnya, lah kenapa jadi ngomongin cat ya?,

Nah gak berapa lama, daku rehat sjenak sambil melepas dahaga dengan meminum air mineral kemasan, eh, tiba2 perutku mengulah, rasa2nya mau ee’ gitu, seketika itu juga langsung merinding bulu kudukku sangking kebeletnya, tp mau dimana dibuang pikirku, sepertinya daku btuh teman ni, langsung deh ada ide buat meng-sms Uay, lagian aku juga yg bodoh bin paok, si Uay tuh ada di samping aku, yang memisahkan kami Cuma sebiji anak yg sedang asyik menikmati jajanannya, apasalahnya daku katakan padanya langsung tnpa harus sms, tp itulah aku yg tangannya guatal bukan main dan lagi belagak kaya soalnya byk pulsa, ku sms lah Uay, padahal dalam hati sudah ngebayangin gimana jadinya jika sms ini salah kirim, ah gak mungkin pikirku dg gaya sombongnya. Nah, saat itu langsung lah kuketik huruf demi huruf, yg bunyinya seperti ini “Way…sak bokerlah..”, lalu klik send, ku cari nama KKN_Uay dan itu kupastikan sekali lg bhwa nope yg akan kutuju adalah nope Si Uay bukan nope yg lain, bisa bahaya cing dan ku klik OK, laporan pun terkirim. Tak lama kulihat ke samping, si Uay kenapa tidak bereaksi dengan getaran yg bakal ditimbulkan hpnya jika ada sms masuk?, ah gak iya nih. Lalu tak sengaja mata ku bersirobok dg mata Yudi yg tiba2 datang lalu membawa hp Uay, “Whaaaaaatttttt, Oh Nooooooo”.

Ternyata HP Uay sejak tadi sedang berada di tangan Yudi, Yudi pinjam HP Uay buat menghubungi anak2 yg telah ditunjuk untuk mengikuti perlombaan, soalnya perlombaan sudah mau mulai tp anak2 yg terdaftar blm juga datang, dan aku tak tahu bahwa HP Uay sedang berpindah tangan, langsung sja, mukaku memerah, aku langsung mengambil langkah seribu, lg pula aku sudah kebelet luarbiasa, kedua kaki ku pun langsung melangkah seribu ke rumah Ummi, salah satu rumah guru yang mengajar agama di sekolah yang aku tumpangi utk PPL, untuk sejenak kulupakan kejadian memalukan itu, skrg masalahnya bagaimana aku bisa menunaikan panggilan alam yg tak bisa ditunda2 lagi.
Pasca bertapa di kamar mandi, kejadian itupun terekam lagi, ibarat dipilem2, kejadiannya terputar lagi di atas kepalaku, dan aku pun senyam senyum sendiri, ketawa2 sendiri, tp gak sampe gila ya…wuih, rasanya seharian itu, ingin rasanya jika ada kekuatan bulan utk membuat si Yudi melupakan kejadian itu, pasti akan ku gunakan kekuatan itu, tp salahnya aku tak berdaya, jadilah seharian aku mencoba pura2 tidak ada kejadian dan berusaha utk tidak menatap si Yudi, karena bisa jadi jika mata kami bertemu, dia akan mentertwakanku. Alamaakk…dasar si nurul. Tidaaaakkk.

OJI & Sssstttsssttt…

/ / 0 Comments
Azan Maghrib baru saja selesai berkumandang, dan segeralah diriku berwudhu lalu mendirikan solat Maghrib sedangkan adikku si Oji masih anteng di depan televise, disuruh sholat, hanya gumaman “mmmm…” yang keluar dari mulutnya yang berarti dua hal: pertama, akan sholat tapi sebentar lagi dan yang kedua bermakna akan sholat tapi sebentar lagi, eh sama aja yak an?. Yoda aku pun masuk kamar untuk sholat.
Setelah aku raka’at ke 3 lalu salam menolehkan wajah ke kanan yang berarti masukkan aku ke surga jannatuna’im ya Allah, dan menolehkan wajah ke kiri yang ya Allah jauhkan aku dari siksa neraka, tiba-tiba si Oji masuk ke kamarku dengan tergesa-gesa, mukanya pucat, dan napas berburu seperti baru ikut lomba lari marathon, lalu dia bilang “Kak ada ular di belakang”, dibelakang itu maksudnya di dapur, “Hah…betul ko Ji?, mana mungkin ada ular”, Iya kak betul, aku dengar bunyi ssttt… di dapur di bawah meja makan”. “Aku selesaikan dulu doaku ya, aku belum berdo’a ni”.
Selesai berdoa aku dan Oji mencari tahu apakah benar ada ular di dapur. Ternyata sodare2 bukan tertawa aja yang menular lebih cepat ke orang lain tetapi rasa takut ternyata juga bisa menular, aku pun jadi ikutan takut. Aku dah membayangkan bagaimana sosok ular yang dibilang si Oji itu berukuran besar kayak di pilem2 barat terus panjangnya bermeter-meter, pikiran ku terus berburuk-buruk ria, bagaimana jika ularnya manjat dinding, kemana aku kan lari?. Lagian siapa yang nggak takut bila ular seperti itu masuk ke dalam rumah. Hiiii…
Penasaran dengan promosi si Oji tentang ular yang dia maksud, akhirnya berdua kami keluar dari kamarku. Saking takutnya keluar dari kamar saat buka pintu pun kami haris lihat kiri kanan memastikan kalau-kalau itu ular ada di depan pintu, ternyata keadaan masih dalam on the control. Dengan mengendap-endap, aku di depan dan si Oji di belakangku, kami berjalan pelan menuju dapur. Sesampainya di dapur rasa takut itu makin besar.
“Mana ularnya, Ji?”
“Itu kk, di bawah meja”
Aku lihat di bawah meja tak ada apa-apa lah kayaknya.
“Bukan pas di bawah mejanya kk, tapi dia ada di atas kursi”, Jadi biar kujelaskan kawan2 meja makan kami itu ada kursinya nah, Karena lagi nggak ada acara makan memakan, kursinya di masukkan ke dalam meja. Apakah meja makan kalian juga kayak gitu?
“Mana Ji?”
“Nah, ko buka lah kk pake ujung sapu ini”, alamak dia ngasih aku sapu, saking takutnya untuk membuka alas meja dengan tangan, takut di patuk soalnya. Ku terima lah pemberian adikku itu. Saran yang bagus ku pikir.
Mau tak mau aku beranikan diriku. Pokoknya sok pemberani lah, terpaksa memberanikan diri tepatnya, kayak dipilem2 action, padahal aku takutnya setengah mati.
Ternyata sodara2 setelah layar terkembang alias pinggiran taplak meja di buka, mau tahu sesuatu apa yang dengan Pe We alias Posisi Wuenaknya, tergeletaklah di atas kursi sebuah plastic hitam yang isinya beberapa buah timun sgar. Emang sih sekilas timun-timunnya kayak kepala ular tapi kok kesannya lebay gitu ya???
Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, asal muasal bunyi ssstttss yang didengar si Oji berasal dari termos keci punya Azeeza yang penutupnya tidak rapat sehingga udara dan sisa-sisa air yang di dalam termos berdesak-desakan keluar dari pinggir penutup sehingga menimbulkan bunyi ssttsstt. Wah, dah ilmiah apa belum ya jawaban aku ini? Perasaanku mengatakan dah ilmiah kali pun.
Dulu aku pun sempat terkecoh dengan bunyi ini tapi tidak kusimpulkan bunyi itu sebagai suara ular kayak si Oji, tapi bunyi suara hantu yang mau menakut-nakutiku. Ssstttss…ssstt…(macam pernah dengar aja suara hantu ntu kyk mana).
Powered by Blogger.